Lonjakan Wisman Maret 2026 Belum Dongkrak Lama Menginap di Hotel Sulut
- 04 Mei 2026 15:29 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara mengalami lonjakan signifikan pada Maret 2026. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti dengan lama tinggal wisatawan di hotel yang masih relatif singkat.
Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, 4 Mei 2026, jumlah wisman yang datang langsung ke Sulut pada Maret 2026 mencapai 11.517 kunjungan. Angka ini meningkat 25,31 persen dibandingkan Februari 2026 dan melonjak 161,33 persen dibandingkan Maret 2025.
Kepala BPS Sulut, Watekhi, mengatakan tren ini menunjukkan perkembangan positif sektor pariwisata daerah.
“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ini terus meningkat dan menjadi indikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara,” ujarnya, saat memaparkan rilis berita resmi statistik, Senin, 4 Mei 2026.
Wisatawan asal Korea Selatan masih mendominasi dengan 4.174 kunjungan, diikuti Tiongkok sebanyak 4.073 kunjungan. Meski jumlah kunjungan meningkat tajam, dampaknya terhadap sektor perhotelan masih terbatas. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Maret 2026 tercatat sebesar 43,28 persen, hanya naik 0,08 poin dibandingkan Februari.
Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang tercatat 1,66 hari, turun 0,31 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, hotel non bintang mencatat rata-rata lama menginap 1,60 hari.
BPS juga mencatat bahwa tidak semua wisatawan yang datang menginap di hotel. Sebagian wisman, terutama yang datang menggunakan kapal wisata, tidak tercatat sebagai tamu hotel sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat hunian kamar.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyatakan pihaknya akan mendorong strategi untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisata.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk menyiapkan skema dan paket wisata yang lebih menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara, agar lama tinggal dapat meningkat dan distribusi tamu di hotel lebih merata,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kunjungan perlu diikuti dengan penguatan layanan dan daya tarik destinasi agar memberikan dampak ekonomi yang lebih optimal bagi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....