Profesionalisme dan Keteladanan: Arah Baru Guru Agama Katolik Sulut

  • 27 Apr 2026 15:14 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Sebanyak 46 Guru Pendidikan Agama Katolik yang telah menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 selama 49 hari mengikuti kegiatan Rapat Evaluasi Kinerja dan Pembinaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan profesionalisme dan tanggung jawab moral sebagai pendidik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Senin, 27 April 2026.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para guru. Para peserta diajak meneguhkan kembali komitmen sebagai pendidik. Hal ini terutama dalam membentuk karakter dan nilai moral peserta didik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, Ulyas Taha, menegaskan bahwa sertifikasi guru bukan sekadar formalitas birokrasi. Ia menyebut sertifikasi sebagai jaminan mutu pendidikan bagi masyarakat.

“Sertifikasi adalah jaminan mutu untuk masyarakat lewat pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kesejahteraan dan profesionalisme. Menurutnya, guru harus mampu menunjukkan kinerja terbaik setelah tersertifikasi. Kontribusi nyata kepada masyarakat menjadi hal yang utama.

“Bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi yang jauh lebih penting adalah profesionalisme. Harus ada signifikansi antara peningkatan kesejahteraan dan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam pendidikan agama, moral, dan karakter,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya keteladanan seorang guru agama. Guru tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari.

“Guru agama harus mampu menjadi contoh nyata. Keteladanan adalah fondasi,” katanya.

Selain itu, perkembangan era digital menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Guru dituntut untuk adaptif dan kreatif dalam pembelajaran. Namun nilai-nilai spiritual tetap menjadi dasar utama.

Kegiatan ini turut dihadiri Pembimas Katolik Joula P. Makarawung bersama para kepala seksi dan penyelenggara Bimas Katolik se-Sulawesi Utara. Kehadiran mereka memperkuat sinergi pembinaan guru secara berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Guru Profesional kepada para peserta. Momen ini menjadi tanda keberhasilan sekaligus awal tanggung jawab baru. Para guru diharapkan semakin profesional, berintegritas, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....