Manado Terima Hadiah Rusun, Satu-satunya di Luar Pulau Jawa
- 25 Apr 2026 18:24 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Kota Manado mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berupa bantuan pembangunan satu unit Rumah Susun . Proyek yang berlokasi di Tanah Coklat, Kelurahan Paniki 2 ini, merupakan apresiasi atas proaktifnya pemerintah daerah dalam menyediakan lahan dan usulan program hunian.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan permukiman Kota Manado, Semart Palebangan, menyebutkan bahwa rusunawa tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp44 miliar. Fasilitas ini ditujukan khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan skema sewa yang sangat murah. Semart menjelaskan bahwa biaya iuran per bulan diupayakan tidak akan memberatkan kantong warga.
"Rencananya biaya iuran itu tidak lebih dari Rp500 ribu, bahkan bisa di bawah itu. Di dalamnya sudah lengkap, ada dua kamar tidur dan sudah ada perabotnya juga," ujar Semart saat berdialog di RRI Manado, Rabu, 22 April 2026.
Ia menambahkan bahwa masyarakat nantinya tinggal membawa baju dan perlengkapan makan karena fasilitas seperti tempat tidur dan sofa sudah disediakan.
Selain pembangunan fisik baru, pemerintah juga fokus pada perbaikan rumah warga melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Untuk tahun 2026, tahap pertama akan menyasar sebanyak 290 unit rumah. Program ini sering dikenal masyarakat sebagai "bedah rumah" untuk mempermudah pemahaman mengenai teknis pengerjaannya di lapangan.
Pihak perbankan pun turut ambil bagian dalam memastikan kualitas dari setiap hunian yang dibangun. Consumer Loan Unit Head Bank BTN Manado, Rijkardus Renato Pratasik, menegaskan bahwa pihaknya melakukan verifikasi lapangan secara mendalam. Bank tidak hanya berperan dalam hal pendanaan, tetapi juga mengawasi kelayakan fasilitas dasar sebelum akad dilakukan.
"Kami pastikan airnya bagaimana, listriknya tersedia atau tidak, hingga sarana jalan di sekitarnya. Hal ini penting karena kelayakan hunian adalah poin utama yang dipantau pemerintah," kata Rijkardus.
Langkah ini diharapkan dapat menjamin kualitas hidup masyarakat penerima bantuan agar bisa tinggal di lingkungan yang sehat dan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....