Remaja Sulut Jadi Ujung Tombak Pemutus Rantai Stunting dan Pernikahan Dini

  • 24 Apr 2026 19:47 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara resmi memiliki duta baru untuk memerangi stunting dari kalangan generasi muda. Hal ini ditandai dengan berakhirnya Pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja 2026 yang diselenggarakan oleh di Atrium Mantos 3, Jumat, 24 April 2026.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas PMD Prov Sulut, Novita Lumintang, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Masalah ini berkaitan erat dengan kecerdasan dan daya saing bangsa di masa depan.

"Literasi kesehatan adalah benteng utama kita. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah atau tenaga medis saja," kata Ovita saat membacakan sambutan tersebut. Ia menyebut dibutuhkan peran aktif remaja sebagai peer educator.

Duta yang terpilih diharapkan mampu memutus mitos-mitos kesehatan yang salah di lingkungan pergaulan mereka. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah pemberian pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan upaya menghindari pernikahan dini.

"Melalui pemahaman yang benar, kalian dapat mengedukasi rekan sebaya," kata Ovita. Ia berpesan agar para duta menggunakan platform media sosial untuk menyebarkan kampanye "Sulut Bebas Stunting" secara masif dan kreatif.

Ketua TP PKK Sulut, Anik Yulius Selvanus, yang hadir sebagai juri kehormatan, turut memberikan apresiasi tinggi atas program kerja yang dipaparkan para finalis. Anik berharap para duta terpilih segera beraksi di tengah masyarakat setelah malam penobatan berakhir.

"Kita sangat bangga dengan adanya duta-duta ini. Harapannya, edukasi ini akan menyentuh sampai dengan masyarakat yang paling bawah," ujar Anik. Penilaian puncak pemilihan duta cegah stunting remaja tersebut juga melibatkan sejumlah tokoh kesehatan dan pengurus inti TP PKK Provinsi Sulawesi Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....