UKK SMKN 3 Manado, Targetkan Lulusan Kompeten dan Siap Kerja

  • 22 Apr 2026 13:49 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - SMK Negeri 3 Manado resmi memulai pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun ajaran 2025/2026 bagi ratusan siswanya. Ujian yang menjadi parameter kesiapan kerja ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai tanggal 13 April hingga 27 April 2026 mendatang.

Kepala SMK Negeri 3 Manado, Silvya Ransulangi, menegaskan bahwa pelaksanaan UKK merupakan fase krusial bagi siswa kelas dua belas untuk membuktikan keterampilan yang telah mereka pelajari selama tiga tahun. Sebagai sekolah yang telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), standar ujian yang diterapkan pun wajib mengacu pada ketentuan nasional yang ketat.

Silvya berharap para lulusan memiliki komitmen tinggi terhadap profesi yang mereka pilih agar mampu terserap secara maksimal di dunia industri.

"Visi utama sekolah kita adalah agar supaya siswa siap kerja dan kompetensinya benar-benar sesuai dengan jurusan yang ditekuni," ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

Suasana pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Program keahlian Kuliner di SMK Negeri 3 Manado, Rabu, 22 April 2026. (Foto: RRI/ Noni).

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Ia menambahkan bahwa rekam jejak lulusan SMK Negeri 3 Manado selama ini sangat positif karena banyak yang langsung direkrut oleh mitra kerja sekolah.

"Hasil lulusan kita sudah banyak diserap oleh dunia usaha dan industri, sehingga kami terus memantau perkembangan mereka setelah tamat," kata Silvya.

Sementara itu, Ketua Panitia UKK, Markus Mamangkey, merinci bahwa total peserta tahun ini mencapai 435 orang yang tersebar di tujuh kompetensi keahlian unggulan.

"Ada tujuh jurusan yang diujikan, yaitu Kuliner, Perhotelan, Usaha Layanan Pariwisata, Kecantikan, Busana, serta bidang teknologi yakni TJKT dan PPLG," ujarnya.

Terkait teknis penilaian, Markus menekankan bahwa profesionalisme penguji menjadi kunci utama dalam menjaga objektivitas hasil ujian siswa.

"Persyaratan mutlak bagi penguji, baik internal maupun eksternal, adalah wajib memiliki sertifikasi BNSP untuk bertindak sebagai asesor," katanya menambahkan.

Hingga saat ini, proses ujian masih terus berlangsung dengan pengawasan ketat dari tim asesor internal maupun eksternal yang didatangkan dari berbagai mitra industri dan akademisi. Pihak sekolah pun telah memastikan seluruh kebutuhan bahan praktik terpenuhi guna menunjang performa maksimal para siswa di setiap laboratorium kejuruan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....