Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Desa di Sulut, Targetkan 100 Persen Digital
- 19 Apr 2026 08:18 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Provinsi Sulawesi Utara kini memasuki babak baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebanyak 1.839 desa dan kelurahan di seluruh pelosok Sulut kini resmi memiliki motor penggerak ekonomi yang terintegrasi secara digital.
Kepala Bidang SDM Dinas Koperasi & UKM Sulut, Alexander Rompies, menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengawal program ini. Tak tanggung-tanggung, anggaran Rp15 miliar telah dikucurkan tahun lalu untuk melatih sekitar 4.000 pengurus di Sulawesi Utara.
"Ini proyek strategis nasional. Pak Presiden memberi perhatian khusus, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran," ujar Alex.
Ia juga meluruskan anggapan masyarakat yang sering menyamakan program ini dengan pola koperasi lama yang rentan kolaps.
"Koperasi Merah Putih ini berbeda karena difasilitasi penuh oleh kementerian dan terintegrasi langsung dengan BUMN seperti Bulog dan Pertamina," tambahnya.
Sisi menarik lainnya adalah transformasi ke arah digital. Business Assistant Kementerian Koperasi, Edward Rabu, menjelaskan bahwa setiap transaksi dan pendataan anggota kini dilakukan melalui aplikasi Simkopdes.
"Kami mau koperasi bertransformasi ke era digital agar ada transparansi bagi seluruh anggota," kata Edward.
Menurutnya, masyarakat cukup menggunakan KTP untuk mendaftar. Setelah bergabung, anggota bisa memesan kebutuhan pokok dengan harga yang sudah dipatok murah sesuai standar pemerintah.
"Semuanya by system. Bahkan ke depan ada kurir yang mengantar barang langsung ke rumah anggota," jelasnya lagi.
Untuk memastikan program ini berjalan mulus, para petugas pendamping atau Project Management Officer (PMO) diterjunkan langsung ke kabupaten/kota. Salah satunya Syalom Samuel Potum, S.E., yang mengawal wilayah Minahasa.
Samuel mengakui tantangan terbesar saat ini adalah mengubah stigma masyarakat yang menganggap koperasi hanya tempat meminjam uang.
"Masyarakat tahunya cuma simpan pinjam. Padahal, potensi terbesarnya ada di usaha sembako karena itu kebutuhan harian," kata Samuel. Ia pun menegaskan posisinya sebagai problem solver jika terjadi kendala operasional di tingkat desa agar tidak menghambat pelayanan kepada warga.
Kehadiran Koperasi Merah Putih dengan sistem digital ini diharapkan tidak hanya menjadi penyedia kebutuhan pokok murah, tetapi juga mampu memutus rantai distribusi yang panjang di tingkat desa. Dengan pengawasan ketat dari pendamping dan dukungan penuh lintas kementerian, koperasi ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam mewujudkan stabilitas harga dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....