ASAJ SMAN 2 Pineleng Siswa Ciptakan Kopi,Sabun,Aromaterapi
- 17 Apr 2026 14:06 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - SMA Negeri 2 Pineleng memilih Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) berbasis projek untuk 27 siswanya pada Tahun Pelajaran 2025-2026. Ujian ini menjadi pengalaman perdana bagi sekolah yang berlokasi di Desa Sea, Kabupaten Minahasa tersebut.
Kepala SMA Negeri 2 Pineleng, Jein Santy Mokolinug,S.Th, mengatakan ASAJ sudah dimulai sepekan ini dan akan berlangsung hingga Selasa, 21 April 2026. “Sejauh ini berjalan dengan baik,” ujarnya, Jumat, 17 April.

Pembukaan ASAJ dihadiri Pengawas Bina Korwas Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Machon Kantale, M.Pd, yang sekaligus membuka kegiatan ,dihadiri peserta dan kepsek Jein Mokolinug.
Jein Santy menjelaskan, dalam ASAJ berbasis projek ini ada kolaborasi antara siswa dan para guru. “Guru-guru memang menjadi guru pembimbing untuk setiap siswa. Dan untuk siswa, mereka dibagi kelompok-kelompok,” terangnya.
Satu ruangan disiapkan untuk menunjang ujian. Setiap hari dibagi dua kelompok karena ada durasi waktu. Setelah presentasi, dilanjutkan sesi tanya jawab secara individu dari guru penguji kepada para siswa.
Sebelum ASAJ, siswa telah melewati pembekalan dan pengayaan didampingi guru pembimbing. Prosesnya mulai dari penentuan judul, penyusunan kajian teori Bab II, pemilihan metode penelitian, sampai uji coba. “Uji coba ini ada tiga kali. Uji coba pertama mungkin masih gagal, uji coba kedua, uji coba ketiga, sampai pada hasil akhir,” kata Kepsek.
| Baca juga: Sukses FLS3N Minut Bitung 2026 |
Beberapa inovasi lahir dari projek siswa. Di antaranya pembuatan sabun batang berbasis kopi, pembuatan aromaterapi berbasis minyak jelantah, dan praktik cara pembuatan tempe.
“Memang siswa di SMA Negeri 2 Pineleng mau memberi diri dan antusias untuk kegiatan seperti ini,” ujar Jein Santy.
Penentuan judul atau topik diserahkan kepada siswa dan guru pembimbing, serta dikaitkan dengan latar belakang disiplin ilmu guru. “Misalnya kalau berbasis sabun batang ada unsur Guru Kimia di sana, ada unsur Fisika di sana. Tapi dirundingkan bersama-sama dengan guru pembimbing dan siswa,” jelasnya.
Kegiatan ASAJ berbasis projek ini juga mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa. “Orang tua siswa sangat antusias mendukung kegiatan ini, meskipun lokasi sekolah berada di desa. Tetapi sekolah kita boleh melakukan ujian sekolah berbasis projek,” tutur Jein Santy.
Ia berharap dua hari tersisa pelaksanaan ASAJ hingga Selasa, 21 April 2026, tetap berjalan lancar. “Siswa juga sangat antusias mengikuti kegiatan, sekaligus mereka sangat menyadari bahwa ini pengalaman perdana untuk sekolah kita.”
Menurut Jein Santy, tujuan ASAJ berbasis projek adalah melatih siswa untuk melangkah dan berinovasi. “Karena dengan kemajuan teknologi yang ada, pendidikan juga perlu menyesuaikan diri. Salah satu alasan SMA Negeri 2 Pineleng pilih ujian sekolah berbasis projek adalah agar terintegrasi juga dengan kemajuan teknologi yang ada,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....