Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara Dorong Bitung Jadi Hub Direct Call Internasional
- 16 Apr 2026 13:51 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kepala Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Sulawesi Bagian Utara, Zaky Firmansyah, menegaskan komitmen untuk memperluas implementasi layanan direct call internasional melalui Pelabuhan Bitung sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Zaky menyampaikan bahwa penguatan direct call menjadi prioritas, khususnya untuk mendukung aktivitas ekspor dari wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), hingga pelaku usaha dan perusahaan pelayaran.
“Selama ini ekspor dari Sulawesi Utara masih banyak melalui Jakarta dan Singapura sebelum menuju Tiongkok. Padahal secara geografis, akses langsung ke pasar internasional seperti Tiongkok sangat memungkinkan,” ujarnya, dalam kegiatan media gathering dan sosialisasi capaian kinerja triwulan I tahun 2026 yang digelar di Manado, Kamis, 16 April 2026.
Menurutnya, pengembangan direct call di Bitung akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik, sehingga meningkatkan daya saing produk ekspor, khususnya komoditas perikanan yang relatif stabil di tengah dinamika ekonomi global.
Bea Cukai bersama para pemangku kepentingan juga terus memperkuat fondasi layanan ini, termasuk memastikan kepastian jadwal pelayaran, efisiensi biaya, serta ketersediaan kontainer kosong (empty container) bagi pelaku usaha.
Zaky mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan dua kali uji coba direct call, yakni pada Maret dan 8 April lalu, dan keduanya berjalan sukses. Evaluasi dari uji coba tersebut menjadi dasar perbaikan untuk implementasi yang lebih luas ke depan.
“Ke depan, Bitung tidak hanya melayani Sulawesi Utara, tetapi juga diharapkan menjadi hub bagi wilayah lain seperti Gorontalo, Sulawesi Tengah, hingga Maluku Utara,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah daerah seperti Maluku Utara telah menunjukkan minat untuk memanfaatkan layanan ini, termasuk untuk ekspor komoditas unggulan seperti pala. Meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran, pihaknya tetap optimistis pengembangan direct call dapat terus berjalan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, instansi teknis, dan Bank Indonesia.
Bea Cukai juga berencana menggelar kegiatan seremonial dalam waktu dekat guna memperluas sosialisasi layanan tersebut kepada para eksportir dan importir di kawasan timur Indonesia.
“Harapannya, layanan ini tidak hanya dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Sulawesi Utara, tetapi juga dari Gorontalo, Morowali, hingga Maluku Utara,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....