Sulut Targetkan Angka Stunting Turun ke 19 Persen Tahun 2026

  • 15 Apr 2026 13:43 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Kemendukbangga/BKKBN terus memacu kinerja guna mengejar target penurunan angka stunting. Meski capaian saat ini dinilai masih melambat, evaluasi kinerja pemerintah daerah melalui penyerapan anggaran Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) menunjukkan tren yang mulai membaik.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga Sulut, Jeanny Yola Winokan, mengakui bahwa penurunan stunting saat ini baru menyentuh 0,5 persen jika dibandingkan tahun 2023. Ia menyebut data stunting tahun 2024 yang berada di angka 20,8 persen menjadi tantangan besar untuk ditekan menuju target 19 persen.

" Untuk target kita berusaha turun ke 19 persen tahun ini. Jadi butuh effort yang luar biasa karena penurunannya masih 0,5 persen dibanding 2023," ujar Jeanny kepada media, usai pembukaan Rakorda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Tahun 2026 yang digelar di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur, Rabu, 15 April 2026 .

Ia menambahkan, penguatan kinerja daerah dilakukan melalui Prarakorda untuk memastikan penyerapan anggaran Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di 15 kabupaten kota berjalan optimal.

"Saat ini penyerapan anggaran berada di kisaran 60 hingga 75 persen untuk menggerakkan pencegahan stunting di lapangan," katanya menambahkan.

Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, menegaskan bahwa Rakorda yang dilaksanakan menjadi wadah krusial untuk melakukan penajaman program sesuai kondisi riil di lapangan. Ia berharap seluruh prestasi yang dicapai tetap dipertahankan sambil terus membenahi kekurangan yang ada.

"Rakorda ini untuk merumuskan evaluasi dan penyamaan program agar sesuai kondisi lapangan. Ini adalah bagian dari upaya penyelesaian kemiskinan dan penurunan stunting sekaligus," kata Victor.

Pemerintah Provinsi Sulut berkomitmen terus mendukung program Bangga Kencana melalui sinergi lintas sektor dan penguatan data konkret seperti e-PPGBM. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....