Integrasi Program Bangga Kencana dan MBG Jadi Strategi Tekan Stunting di Sulut
- 15 Apr 2026 13:10 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Kemendukbangga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat upaya penurunan stunting melalui integrasi program Bangga Kencana dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Strategi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Tahun 2026 yang digelar di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur, Rabu, 15 April 2026.
Integrasi program ini menyasar kelompok prioritas yang dikenal sebagai 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah menilai pendekatan terpadu antara intervensi gizi, sanitasi, dan edukasi keluarga menjadi langkah efektif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Jeanny Yola Winokan, menjelaskan bahwa intervensi stunting dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan lintas sektor. Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup perbaikan kondisi lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
"Penanganan stunting tidak hanya soal makanan, tetapi juga lingkungan sehat, akses air bersih, sanitasi, serta edukasi keluarga," kata Jeanny.
Ia mengungkapkan bahwa hingga Februari 2026, program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) telah menyalurkan 3.560 paket bantuan nutrisi kepada keluarga berisiko stunting di Sulawesi Utara. Selain itu, intervensi juga dilakukan melalui perbaikan hunian tidak layak sebanyak 4 unit, penyediaan akses air bersih 3 unit, pembangunan 4 jamban sehat, serta pelaksanaan 8.397 kegiatan edukasi kepada masyarakat.
Jeanny menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat melalui gerakan orang tua asuh. Hingga saat ini, tercatat 17 orang tua asuh dari sektor swasta, 1.606 orang tua asuh perorangan, serta 222 orang tua asuh dari lembaga swadaya masyarakat dan komunitas yang turut berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting.
"Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar intervensi yang dilakukan bisa berjalan efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Program Bangga Kencana sendiri memiliki sejumlah inovasi prioritas nasional, diantaranya Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), serta Lansia Berdaya (SIDAYA). Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan keluarga dari hulu hingga hilir dalam siklus kehidupan, mulai dari remaja hingga lanjut usia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menekankan pentingnya akurasi data dalam pelaksanaan program agar bantuan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah mengoptimalkan sistem pelaporan digital sebagai dasar pengambilan kebijakan.
"Data yang akurat dan mutakhir adalah kunci kebijakan yang tepat sasaran," kata Victor.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan seluruh 15 kabupaten dan kota menjadikan isu kependudukan sebagai prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis data, pemerintah optimistis angka stunting dapat terus ditekan serta kualitas sumber daya manusia meningkat secara signifikan menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....