Rakorda Bangga Kencana: Perkuat Pembangunan Keluarga menuju Indonesia Emas 2045

  • 15 Apr 2026 12:59 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Kemendukbangga BKKBN menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat koordinasi pelaksanaan program pembangunan keluarga di daerah. Kegiatan berlangsung di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu, 15 April 2026.

Rakorda dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, serta mitra kerja dan kader lini lapangan. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan dan memastikan program kependudukan berjalan efektif hingga tingkat masyarakat.

Dalam sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang dibacakan Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Ucok Abdulrauf Damenta, ditegaskan bahwa transformasi kelembagaan menjadi bagian penting dalam mendukung program prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045. Transformasi tersebut diarahkan melalui penguatan Program Bangga Kencana, inovasi layanan, serta percepatan pelaksanaan program prioritas yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkungan keluarga.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Jeanny Yola Winokan, menegaskan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam keberhasilan pelaksanaan program pembangunan keluarga.

"Kami terus memperkuat kolaborasi agar implementasi program di daerah semakin efektif," ujarnya.

Menurut Jeanny, keberadaan petugas dan kader di lapangan memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan kualitas keluarga dan penanganan berbagai tantangan kependudukan yang semakin kompleks. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data yang akurat sebagai dasar penyusunan program yang tepat sasaran.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dan Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Utara terkait pencatatan serta pelaporan pembelian alat kontrasepsi di apotek. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem pelaporan layanan keluarga berencana di daerah.

Selain penandatanganan kerja sama, pemerintah daerah dan mitra kerja yang dinilai berprestasi juga menerima penghargaan atas kontribusi dalam pelaksanaan program Bangga Kencana dan inovasi pelayanan keluarga.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay yang hadir mewakili Gubernur menekankan bahwa pembangunan keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.

"Program Bangga Kencana merupakan gerakan pembangunan yang menyentuh seluruh siklus kehidupan manusia," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada satu lembaga, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Rakorda juga dirangkaikan dengan kegiatan wisuda Sekolah Lansia sebagai bentuk penguatan peran kelompok lanjut usia agar tetap aktif, mandiri, dan produktif di lingkungan sosial. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan keluarga dari berbagai kelompok usia.

Melalui pelaksanaan Rakorda ini, pemerintah daerah berharap sinergi antarinstansi semakin solid sehingga pelaksanaan Program Bangga Kencana dapat berjalan lebih terintegrasi di seluruh wilayah Sulawesi Utara dan berkontribusi pada terwujudnya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....