Staf Ahli Bappenas: Pembangunan di Sulut Harus Merata hingga Perbatasan
- 13 Apr 2026 14:40 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemerataan pembangunan menjadi poin krusial yang ditekankan Bappenas dalam perencanaan menuju Indonesia Emas 2045. Staf Ahli Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan seperti Manado, sementara daerah pinggiran dan perbatasan masih tertinggal.
Dalam paparannya, Virgiyanti menyoroti ketimpangan kontribusi ekonomi Indonesia Timur yang secara makro masih tertinggal jauh dibandingkan wilayah Barat. Hal ini menjadi tantangan bagi Sulawesi Utara untuk mendorong daerah-daerah afirmasi dan kepulauan agar bisa berkontribusi lebih besar secara nasional.
Ia menyebutkan bahwa meskipun Manado menunjukkan kemajuan pesat, masih terdapat kantong-kantong wilayah di sekitarnya yang memerlukan perhatian khusus. Strategi pembangunan yang diterapkan pun tidak bisa disamakan antarwilayah mengingat karakteristik geografis Sulut yang unik.
“Manado maju, tapi ada beberapa komponen yang tertinggal. Bagaimana yang tertinggal ini nantinya bisa merata,” kata Virgiyanti dalam Musrenbang RKPD 2027 Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, 9 April 2026.
Selain ketimpangan, aspek perlindungan masyarakat terhadap dampak bencana menjadi prioritas dalam RKP 2027. Mengingat dinamika alam yang sulit diprediksi, Bappenas mendorong agar pembangunan infrastruktur dasar dan perumahan harus memperhatikan zonasi risiko bencana serta penguatan tata ruang.
Program bantuan perumahan ke depan juga diharapkan tidak hanya fokus pada fisik bangunan semata, tetapi juga kualitas lingkungan yang sehat. Hal ini mencakup ketersediaan sanitasi, pengelolaan sampah, dan akses air bersih yang layak bagi seluruh warga.
“Gempa tidak bisa dihindari, tapi kita bisa membangun rumah lebih kuat dan jalur evakuasi yang baik untuk menurunkan risiko,” katanya saat membahas mitigasi bencana di Sulawesi Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....