IPK Sulut: Psikolog Klinis Jadi Kunci Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

  • 10 Apr 2026 17:15 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Tren kesadaran masyarakat Sulawesi Utara terhadap kesehatan mental terus meningkat. Meski demikian, kehadiran tenaga psikolog klinis kini semakin krusial, terutama dalam menangani tingginya angka kasus kekerasan seksual yang terjadi di wilayah tersebut.

Ketua IPK Indonesia Wilayah Sulut, Elis Ratnawati, mengungkapkan bahwa psikolog klinis memegang peran vital dalam proses hukum (justice) bagi korban kekerasan seksual.

Ketua IPK Indonesia Wilayah Sulut, Elis Ratnawati, saat diwawancarai RRI, Jumat, 10 April 2026. (Foto: RRI/ Noni).

"Kasus kekerasan seksual semakin banyak. Data terakhir menunjukkan hampir 280 kasus yang ditangani, dan di situ psikolog klinis berperan penting dalam pemeriksaan psikologis untuk kepentingan keadilan," ungkap Elis di Manado, Jumat, 10 April 2026.

Selain menjadi tenaga ahli di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi, Elis menyebut bahwa psikolog klinis kini telah terintegrasi sebagai tenaga kesehatan di berbagai lini, mulai dari rumah sakit hingga lembaga perlindungan perempuan dan anak.

Terkait akses layanan, Elis mendorong masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan profesional melalui kanal resmi.

"Sekarang masyarakat sudah semakin sadar bahwa masalah perasaan dan pikiran perlu diatasi oleh ahlinya. Kami memiliki sistem pencarian psikolog klinis secara otomatis di situs resmi IPK Indonesia untuk memudahkan akses layanan," katanya menambahkan.

Meski jumlah psikolog klinis di Sulut saat ini baru mencapai 25 orang, IPK Sulut berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan, termasuk melalui program tele-counseling guna memastikan masyarakat di pelosok Sulut tetap mendapatkan pendampingan kesehatan mental yang layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....