Paskah Nasional 2026, Puluhan Ribu Umat Padati Pohon Kasih Manado

  • 08 Apr 2026 15:52 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Perayaan Paskah Nasional 2026 berlangsung meriah dan penuh sukacita di kawasan Pohon Kasih Megamas, Rabu, 8 April 2026. Puluhan ribu umat Kristiani dari berbagai daerah memadati lokasi kegiatan sejak pagi hingga siang hari dalam suasana kebersamaan dan persatuan.

Perayaan yang mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” dengan subtema “Supaya Kita Menjadi Satu” tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan antarumat dan antar denominasi gereja. Antusiasme jemaat terlihat dari kehadiran berbagai kontingensi gereja yang datang bersama-sama mengikuti rangkaian ibadah nasional tersebut.

Kegiatan nasional ini dipandu oleh pembawa acara Choky Sitohang, serta dimeriahkan oleh penampilan artis rohani Maria Shandi dan Yeshua Abraham. Selain ibadah, perayaan juga diisi dengan pagelaran kebangsaan yang dipimpin konduktor Peri Rumengan, menghadirkan nuansa kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman.

Jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 35 ribu orang dalam kontingensi resmi dan berpotensi melebar hingga sekitar 70 ribu jemaat. Kepadatan jemaat di kawasan kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam merayakan Paskah berskala nasional di Sulawesi Utara.

Perayaan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, anggota DPR RI Martinus Tumbelaka, anggota DPD RI Steven Liow, serta Uskup Keuskupan Manado Stefanus Rolly Untu. Kehadiran para tokoh tersebut menambah semarak perayaan Paskah Nasional di daerah ini.

Salah satu pendeta yang hadir dalam perayaan tersebut, Pendeta Rosally Massie, menilai momentum Paskah Nasional menjadi pengingat penting akan kekuatan kebersamaan antar denominasi gereja di Sulawesi Utara. Ia menyebut perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi umat untuk tetap bersatu dalam iman dan pelayanan.

“Kebersamaan antara denominasi mengingatkan satu kekuatan untuk bagaimana kita membangun satu persekutuan yang saling menopang dan meneguhkan satu dengan yang lain, supaya kita menjadi satu,” ujarnya.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam perayaan Paskah tahun ini menjadi refleksi bagi umat untuk tetap menjaga persatuan di tengah keberagaman. Nilai kebersamaan tersebut dinilai penting untuk terus dipelihara dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

“Tema yang diangkat dalam Paskah ini mengingatkan kita bahwa meskipun ada banyak perbedaan, kita adalah satu kesatuan di dalam Tuhan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan Paskah Nasional di Manado menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sulawesi Utara. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat kesatuan umat untuk terus bersaksi tentang kasih Tuhan dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....