Perkuat Mitigasi Laut, Pemkab Bolmong Gandeng BMKG Operasikan Radar HF
- 07 Apr 2026 15:45 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) resmi memperkuat sistem mitigasi bencana maritim melalui kerja sama strategis dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penempatan peralatan High Frequency (HF) Radar Array Maritim di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, yang dilaksanakan di Kantor BMKG Pusat, Selasa, 7 April 2026.
Penempatan peralatan milik BMKG ini bertujuan memetakan dinamika laut di wilayah Bolaang Mongondow yang memiliki posisi geografis strategis di perairan Sulawesi Utara. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu menutup celah kekosongan data atau data gap kelautan, sehingga sistem peringatan dini dapat disampaikan lebih cepat dan akurat kepada masyarakat.
Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat merupakan langkah konkret dalam melindungi masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir yang bergantung pada kondisi cuaca dan laut.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam melindungi warga, khususnya nelayan dan masyarakat pesisir, melalui penyediaan informasi cuaca dan kelautan yang lebih akurat,” ujar Yusra.
Sementara itu, Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam mendukung penguatan sistem pemantauan maritim di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa teknologi High Frequency Radar Array memiliki kemampuan memantau arus permukaan laut dan tinggi gelombang secara real-time, sehingga sangat penting untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari perikanan hingga keselamatan transportasi laut.
“Melalui penempatan High Frequency Radar Array ini, kita dapat memantau arus permukaan laut dan tinggi gelombang dengan lebih akurat. Hal ini krusial untuk mendukung sektor perikanan, transportasi laut, hingga deteksi dini potensi tsunami,” kata Guswanto.
Menurutnya, data yang dihasilkan dari radar tersebut akan menjadi dasar penting dalam pemetaan potensi bencana serta peningkatan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika di wilayah Sulawesi Utara.
Dengan hadirnya teknologi pemantauan maritim ini, Kabupaten Bolaang Mongondow diharapkan memiliki basis data kelautan yang lebih presisi, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....