Potret Toleransi Selebrasi 100 Tahun Pemuda GMIM: Banser Turut Amankan Jalur Pawai
- 06 Apr 2026 15:16 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Perayaan Selebrasi Paskah dan satu abad gerakan Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Kota Manado menjadi panggung nyata moderasi beragama. Tidak hanya melibatkan internal gereja, pengamanan kegiatan besar ini juga dibantu oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang bersinergi dengan panitia dan aparat keamanan, Senin, 6 April 2026.
Kasat Korcab Banser Manado, Andhika, menyatakan bahwa keterlibatan personilnya merupakan bentuk timbal balik atas toleransi yang selama ini terjaga erat di Sulawesi Utara. Sebanyak 8 hingga 10 personil Banser disebar di sejumlah titik krusial, mulai dari lokasi start di Lapangan Sparta Tikala, kawasan Jalan Sentrum, hingga area Sindulang dan Boulevard.
“Kami hadir untuk membantu pengamanan sekaligus menjaga toleransi antarumat beragama. Selama ini, saat rekan-rekan Muslim melaksanakan takbiran atau salat Idulfitri, teman-teman dari Panji Yosua dan organisasi gereja lainnya juga turun membantu kami. Maka hari ini, Banser membalas kebaikan tersebut dengan membantu pengamanan saudara-saudara umat Kristiani sampai acara selesai,” ujar Andhika.
Senada dengan semangat persaudaraan tersebut, Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode (KPPS) GMIM, Pnt. Rio Dondokambey, memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran organisasi lintas agama dalam momentum bersejarah ini. Menurutnya, keterlibatan Ansor dan Pemuda Muhammadiyah menunjukkan bahwa Pemuda GMIM adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat yang inklusif.
“Perjalanan 100 tahun ini telah mencetak ribuan kader yang membangun daerah dengan nilai-nilai gereja. Namun, kita juga harus ingat bahwa kita adalah bagian dari masyarakat luas. Kehadiran teman-teman lintas generasi dan lintas agama di sini adalah hal yang patut kita syukuri,” kata Rio.
Rio juga mengimbau seluruh peserta pawai agar tetap menjaga ketertiban dan membuktikan predikat Manado sebagai salah satu kota paling aman di Indonesia.
“Mari kita jaga kenyamanan bersama selama pawai berlangsung hingga konser nanti malam. Kita tunjukkan bahwa pemuda GMIM adalah 'anak-anak manis' yang taat aturan dan menghargai masyarakat lainnya sebagai sesama warga kota,” tambahnya.
Selebrasi satu abad ini dijadwalkan berakhir di Lapangan Sindulang Mas dengan panggung hiburan yang menghadirkan artis ibu kota, di bawah pengawalan ketat dari pihak Kepolisian, TNI, serta unsur organisasi kemasyarakatan lintas agama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....