Jumat Agung di Bethany Kawangkoan Berlangsung Khidmat
- 04 Apr 2026 12:07 WIB
- Manado
Poin Utama
- Ibadah Jumat Agung dan Perjamuan Kudus di Gereja Bethany Indonesia Kawangkoan berlangsung aman, lancar, dan penuh hikmat.
- Pdt Freddy Tilaar menegaskan tiga aspek penting Jumat Agung, yakni spiritualitas, kasih Allah, dan rekonsiliasi manusia dengan Tuhan.
- Jemaat diajak menjadikan Jumat Agung sebagai momentum refleksi iman atas pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
RRI.CO.ID, Minahasa – Pelaksanaan Ibadah Jumat Agung dalam rangka memperingati wafat Tuhan Yesus Kristus di Bukit Golgota, yang berlangsung di Kabupaten Minahasa, Jumat (3/4/2026), berjalan aman, lancar, dan penuh hikmat.
Salah satu ibadah yang berlangsung khusyuk digelar di Gereja Bethany Indonesia Kawangkoan, yang dirangkaikan dengan Ibadah Perjamuan Kudus. Ibadah tersebut dipimpin langsung oleh Gembala Jemaat, Pdt. Freddy Tilaar, S.Th.
Dalam khotbahnya, Pdt. Freddy mengambil pembacaan firman dari Injil Matius 27:45-56 dengan perikop “Yesus Mati”. Bagian firman tersebut menggambarkan detik-detik terakhir penyaliban Yesus, mulai dari kegelapan yang meliputi daerah itu, seruan Yesus di kayu salib, hingga saat Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Firman juga menegaskan peristiwa luar biasa yang terjadi sesaat setelah kematian Kristus, seperti tabir Bait Suci yang terbelah dua, gempa bumi, bukit-bukit batu yang terbelah, serta kuburan-kuburan yang terbuka. Peristiwa itu membuat kepala pasukan dan para prajurit yang menjaga Yesus mengakui, “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”
Dalam pesannya kepada jemaat, Pdt. Freddy menekankan bahwa ada tiga aspek penting Jumat Agung yang harus dipahami umat percaya.
“Aspek pertama, kematian Yesus adalah peristiwa agung yang sangat penting secara spiritual bagi manusia. Aspek kedua, Jumat Agung mencerminkan kasih Allah yang begitu besar melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Aspek ketiga, Jumat Agung menjadi momen transformasi yang membuka jalan rekonsiliasi manusia dengan Allah,” tegas Pdt. Freddy.
Ia menambahkan, peringatan Jumat Agung tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi iman agar jemaat semakin memahami makna pengorbanan Kristus bagi keselamatan umat manusia.
Ibadah Jumat Agung yang dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus tersebut turut dilayani oleh tim pelayanan gereja, antara lain Joice Pola sebagai pemimpin pujian, Happy Najoan dan Rivandy Laloan sebagai singers, Magda Tumbol pada musik, Will Laloan di multimedia, Ibu Uya Ponamon Marlesi sebagai user, serta petugas perjamuan kudus lainnya.
Suasana ibadah berlangsung penuh kekhusyukan, dengan jemaat mengikuti seluruh rangkaian peribadatan sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
(Jeff Assa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....