Perjamuan Kudus, Jemaat GMIM Zebaoth Kairagi Dua Refleksikan Kasih Kristus

  • 04 Apr 2026 11:58 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Suasana khidmat mewarnai Perjamuan Kudus Jumat Agung di GMIM Zebaoth Kairagi Dua.
  • Jemaat memaknai roti dan anggur sebagai simbol tubuh dan darah Kristus, wujud kasih dan pengorbanan Yesus.
  • Momentum sakral ini menjadi ajakan untuk introspeksi, pertobatan, dan pembaruan komitmen hidup beriman.

RRI.CO.ID, Manado - Suasana penuh hikmat mewarnai pelaksanaan ibadah Perjamuan Kudus di GMIM Zebaoth Kairagi Dua, Manado pada Jumat , 3 April 2026. Momentum sakral ini menjadi pengingat mendalam bagi umat Kristiani akan kasih dan pengorbanan Yesus Kristus bagi keselamatan manusia.

Sejak awal ibadah, suasana khusyuk begitu terasa. Jemaat hadir dengan kesiapan hati, mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh penghayatan. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Anneke Like Pongoh yang mengajak jemaat memaknai Perjamuan Kudus sebagai momen perenungan iman.

Dalam khotbahnya, Pdt. Anneke menegaskan bahwa Perjamuan Kudus merupakan bagian paling sakral dalam kehidupan bergereja, saat roti dan anggur dibagikan kepada jemaat sebagai lambang tubuh dan darah Kristus.

“Momen Perjamuan Kudus menjadi bagian paling sakral ketika roti dan anggur dibagikan kepada jemaat sebagai lambang tubuh dan darah Kristus. Ini menjadi wujud perenungan mendalam atas pengorbanan Yesus Kristus bagi keselamatan umat manusia,” ujar Pdt. Anneke.

Prosesi berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Jemaat mengikuti setiap tahapan ibadah dengan penghayatan mendalam, memaknai Perjamuan Kudus sebagai momentum introspeksi diri, pertobatan, serta pembaruan komitmen dalam kehidupan beriman.

Pelaksanaan ibadah juga berlangsung lancar dalam suasana sukacita dan kekudusan. Bagi jemaat GMIM Zebaoth Kairagi Dua, Perjamuan Kudus tidak sekadar menjadi ritual gereja, tetapi juga momentum untuk memperbarui iman, mempererat persekutuan, dan meneguhkan pengharapan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Momentum ini sekaligus menegaskan makna Jumat Agung sebagai waktu refleksi atas kasih Kristus yang rela berkorban demi menebus dosa umat manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....