Gempa Sulut 7,6 M: Pemprov Siapkan Peti Jenazah hingga Lahan Pemakaman

  • 02 Apr 2026 15:29 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Provinsi di Sulawesi Utara bergerak cepat dalam menangani dampak gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026. Penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan korban meninggal dunia maupun korban luka, termasuk memastikan proses pemulasaraan berjalan dengan layak dan tepat waktu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, bantuan peti jenazah dari Gubernur Sulawesi Utara telah disiapkan bagi satu korban yang dinyatakan meninggal dunia, yakni Deice Lahia, warga yang diketahui tinggal dan beraktivitas di lokasi kios tempat kejadian. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan transportasi ambulans jenazah serta melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota di Manado terkait kesiapan lahan pemakaman.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Rima Fien Lolong, mengatakan pihaknya telah menerima arahan langsung untuk membantu seluruh kebutuhan keluarga korban. Pemerintah, kata dia, memastikan proses pemulasaraan hingga pemakaman korban dapat berjalan lancar.

“Kami dari pemerintah provinsi sudah mendapatkan petunjuk untuk membantu keluarga korban, termasuk penyediaan peti jenazah dan transportasi ambulans hingga proses pemakaman,” ujarnya saat ditemui RRI di Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Manado, Kamis, 2 April 2026.

Di sisi lain, pihak keluarga korban meninggal dunia mengapresiasi dukungan pemerintah dalam proses pemakaman. Adik korban, Jack Lahia, menyampaikan bahwa keluarga saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah terkait lokasi pemakaman di tengah keterbatasan lahan.

“Kami berharap Pemerintah Kota bisa membantu menyediakan lahan pemakaman, karena lahan di Manado ini sudah penuh. Rencananya besok harus segera dimakamkan karena kondisi jenazah tidak memungkinkan untuk ditunda terlalu lama,” kata Jack.

Selain korban meninggal dunia, pemerintah juga terus memantau kondisi korban luka akibat gempa. Data terbaru mencatat adanya satu korban tambahan dari lokasi Pelangi Poto, seorang warga berusia 61 tahun yang mengalami cedera pada bagian panggul setelah melompat dari lantai dua bangunan saat guncangan terjadi. Saat ini, korban masih menjalani observasi medis intensif untuk memastikan kemungkinan adanya dislokasi sendi maupun retak tulang.

Sementara itu, satu korban lainnya yang berasal dari Hotel Lion, atas nama Alvina Sumaal, dilaporkan mengalami luka pada bagian dahi yang memerlukan enam jahitan. Setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit ODSK, korban telah diperbolehkan menjalani rawat jalan dan kembali ke tempat tinggalnya.

Dengan demikian, hingga saat ini tercatat satu korban meninggal dunia dan dua korban luka akibat peristiwa gempa tersebut. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan seluruh korban terdampak akan terus mendapatkan pendampingan dan pelayanan hingga kondisi dinyatakan aman.

Sebagai informasi tambahan, status peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara telah resmi dinyatakan berakhir. Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan dan selalu mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....