BMKG Prediksi Musim Kemarau di Sulut Mulai Juni, Puncaknya Agustus

  • 01 Apr 2026 21:08 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika / BMKG) memprediksi wilayah Sulawesi Utara akan mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026, dengan puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara, Aris Yunatas, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Sulawesi Utara masih berada pada periode musim hujan, dan akan memasuki masa peralihan sebelum musim kemarau dimulai.

“Secara umum, prediksi awal musim kemarau di wilayah Sulawesi Utara itu pada bulan Juni. Sebelumnya akan ada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, wilayah Sulawesi Utara dibagi menjadi 10 zona musim berdasarkan karakteristik curah hujan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar zona diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Juni, sementara beberapa wilayah lainnya menyusul pada Juli hingga Agustus.

Menurut Aris, puncak musim kemarau secara umum diperkirakan terjadi pada Agustus, dengan durasi musim kemarau berkisar antara tiga hingga lima bulan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak, terutama pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, serta risiko kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, musim kemarau tahun ini diprediksi dipengaruhi fenomena El Niño, yang dapat menyebabkan penurunan curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan.

“Dengan adanya fenomena El Niño, musim kemarau bisa datang lebih awal dan durasinya menjadi lebih panjang. Dampaknya tentu perlu kita antisipasi bersama,” katanya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan langkah mitigasi dan adaptasi sejak dini guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi kering, seperti kekeringan, gagal panen, dan kebakaran hutan.

Ia menambahkan, pengalaman pada musim kemarau sebelumnya menunjukkan bahwa kurangnya kesiapsiagaan dapat menyebabkan kerugian besar, termasuk gagal panen di wilayah pertanian yang bergantung pada curah hujan.

“Karena itu, penting bagi semua pihak untuk mempersiapkan diri sejak sekarang, baik pemerintah maupun masyarakat, agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....