Pedagang Pasar Langowan Keluhkan Kelangkaan Minyakita

  • 28 Mar 2026 09:51 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa – Pedagang di Pasar Tradisional Langowan, Kabupaten Minahasa, mengeluhkan sulitnya memperoleh stok minyak goreng bersubsidi merek Minyakita dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini bahkan telah dirasakan sejak sebelum momentum Lebaran 2026.

Asna, salah satu pedagang sembako dan hortikultura di pasar tersebut, mengatakan kelangkaan stok berdampak langsung pada kenaikan harga jual di tingkat pedagang.

“Saat ini kami pedagang di Pasar Tradisional Langowan sangat kesulitan mendapatkan stok minyak goreng jenis Minyakita. Kondisi ini memicu kenaikan harga jual, dan sudah terjadi bahkan sebelum Lebaran,” ujar Asna kepada RRI Manado, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, jika pun stok tersedia di pasar, harga tebus dari distributor melalui jalur tidak resmi atau spekulan sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Hal ini membuat pedagang kesulitan menjaga harga tetap stabil bagi konsumen.

“Asna menambahkan, stok yang masuk biasanya didapat dari distributor di mobil kanvas, namun harganya sudah di atas HET, sehingga memberatkan pedagang,” jelasnya.

Mewakili para pedagang, Asna berharap pihak Perum Bulog Manado dapat lebih proaktif dalam mendistribusikan minyak goreng bersubsidi ke pasar tradisional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kelangkaan berkepanjangan dan menjaga stabilitas harga.

Ia menyebut, harga tebus minyak goreng bersubsidi di Bulog masih sesuai dengan HET pemerintah, yakni sekitar Rp15.700 per kemasan, sehingga diharapkan distribusi dapat langsung menyasar pedagang tanpa melalui perantara.

Pedagang berharap intervensi pemerintah melalui Bulog dapat segera dilakukan, khususnya menjelang hari besar keagamaan, guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan terjangkau bagi masyarakat.

(Jeff Assa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....