AMAN Sulut Launching Buku Kalelon Makaaruyen

  • 22 Mar 2026 19:02 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) serta ulang tahun ke-27 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), AMAN Sulut gelar diskusi dan peluncuran buku.

Agenda ini digelar di Wale AMAN Sulawesi Utara, Malalayang Satu, Kota Manado, Sabtu (21/03/2026). Mengusung tema “Budaya dan Bahasa Politik Daerah”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan pengetahuan bagi gerakan masyarakat adat.

Ketua Pengurus Harian (PH) AMAN Sulawesi Utara, Kharisma Kurama, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Wale AMAN Sulut merupakan rumah perjuangan bersama bagi masyarakat adat.

“Terima kasih kepada semua yang telah datang. Ini adalah rumah perjuangan kita bersama,” ujarnya.

Kharisma juga menekankan pentingnya nilai solidaritas dalam perjuangan masyarakat adat. Menurutnya, gerakan masyarakat adat tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Gerakan masyarakat adat tidak bisa berjuang sendiri. Perlu banyak keterlibatan dari teman-teman dalam perjuangan ini,” tambahnya.

Buku berjudul “Teori dan Filosofi Kalelon Makaaruyen” karya Swadi Sual tersebut, diharapkan menjadi referensi penting dalam memahami budaya dan bahasa politik lokal, khususnya dalam konteks masyarakat adat.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil dan komunitas masyarakat adat, bersama-sama membangun ruang dialog dan kolaborasi.

Nilai kebersamaan dalam kegiatan ini juga tercermin melalui praktik budaya “rukup” tradisi Tou (orang) Minahasa yang masih dilestarikan hingga kini sebagai simbol gotong royong dan solidaritas.

Bagi AMAN, peluncuran buku ini adalah bagian dari upaya memperkuat basis pengetahuan gerakan masyarakat adat.

“Buku tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi generasi muda dan pegiat dalam melanjutkan perjuangan ke depan,” tandas Kurama.

Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi puisi serta pertunjukan band teater yang semakin menghidupkan suasana kebersamaan dalam momentum peringatan HKMAN dan HUT AMAN ke-27.

(Anugrah Pandey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....