Sintya Bojoh Cetak Sejarah, Jadi Perempuan Pertama Calon Ketua PWI Sulut

  • 20 Mar 2026 17:01 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Sejarah baru tercatat dalam tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara. Wartawati televisi nasional, Sintya Nidya Christin Bojoh, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua PWI Sulut periode 2026–2031 pada Kamis, 19 Maret 2026, di Kantor PWI Sulut, Jalan Sudirman, Manado. Ia menjadi perempuan pertama yang maju dalam kontestasi pemilihan ketua di tingkat provinsi tersebut.

Kehadiran Sintya sekitar pukul 14.00 WITA langsung menyita perhatian publik dan kalangan insan pers. Selain karena statusnya sebagai satu-satunya kandidat perempuan, penampilannya yang mengenakan busana adat Kabasaran turut menjadi sorotan. Busana tersebut sarat makna, melambangkan keberanian, keteguhan, serta semangat dalam membela kebenaran.

Didampingi puluhan pendukung—sebagian di antaranya juga mengenakan atribut Kabasaran—kehadiran Sintya dinilai membawa pesan kuat tentang dorongan perubahan di tubuh organisasi, sekaligus komitmen menjaga independensi pers di Sulawesi Utara. Dalam pernyataannya, perempuan asal Minahasa itu menegaskan kesiapannya bersaing dengan kandidat lain yang mayoritas pria. Ia mengusung visi perubahan dengan fokus pada pembenahan organisasi serta memperjuangkan hak-hak anggota yang selama ini dinilai belum optimal.

“Jika terpilih, saya akan menjadi pemimpin yang memperjuangkan hak-hak anggota, mengayomi, menjaga marwah organisasi, serta membesarkan dan memperjuangkan kepentingan insan pers,” ujar Sintya.

Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) PWI Sulut, Jemmy Senduk, mengonfirmasi bahwa Sintya merupakan figur perempuan pertama yang mendaftar sebagai calon Ketua PWI di tingkat provinsi Sulawesi Utara.

“Ini patut diapresiasi. Kehadiran perempuan dalam kontestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PWI Sulut,” kata Jemmy.

Secara nasional, pencalonan perempuan dalam pemilihan Ketua PWI tingkat provinsi masih tergolong jarang. Karena itu, langkah Sintya dinilai berpotensi mencetak sejarah baru di organisasi pers tertua di Indonesia tersebut.

Dalam dinamika bursa calon, Sintya tercatat sebagai pendaftar keempat setelah John W. Paransi, Raymon Wowor, Faruk Langaru, dan Merson Simbolon. Panitia menyebut proses pendaftaran masih dibuka hingga Kamis (19/3/2026) pukul 00.00 WITA.

“Steering Committee masih menunggu hingga batas waktu malam ini. Ini hari terakhir pendaftaran,” tambah Jemmy.

Dengan latar belakang panjang di dunia jurnalistik, Sintya membawa pengalaman dari berbagai media, mulai dari TV5 Dimensi (2011), Kompas TV (2018), hingga SCTV (2019), serta aktif di media daring sejak 2019 hingga saat ini. Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang kontestasi kandidat, tetapi juga menjadi penentu arah masa depan PWI Sulut—apakah akan bertahan dengan pola lama atau bertransformasi menuju organisasi yang lebih inklusif dan progresif.

(Jeff Assa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....