Cegah Dampak Negatif Medsos, Pemprov Sulut Resmi Batasi Penggunaan Ponsel Anak

  • 16 Mar 2026 19:10 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kebijakan pembatasan penggunaan telepon seluler bagi anak di Sulawesi Utara mendapat dukungan dari kalangan pendidik. Langkah ini dinilai penting untuk membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih tertib sekaligus melindungi anak dari dampak negatif penggunaan teknologi secara berlebihan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur Sulawesi Utara Nomor 100.3.4/26.562/SEKR-DPPPAD tentang pembatasan penggunaan telepon seluler bagi anak di Provinsi Sulawesi Utara. Aturan ini mengarahkan pembatasan penggunaan ponsel di lingkungan sekolah, termasuk penegasan bahwa guru tidak diperkenankan menggunakan telepon seluler untuk kepentingan pribadi saat proses pembelajaran berlangsung.

Selain itu, satuan pendidikan juga didorong menyiapkan mekanisme komunikasi darurat antara siswa dan orang tua bila terjadi kondisi mendesak. Sekolah turut diminta menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada peserta didik, wali murid, dan seluruh warga sekolah agar penerapannya berjalan efektif.

Dukungan terhadap kebijakan ini datang dari Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 1 Manado, Algha Sanjaya. Ia menilai pembatasan penggunaan ponsel bagi anak merupakan langkah positif, mengingat anak dan remaja masih berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan.

“Ini langkah yang sangat baik dari pemerintah. Anak-anak remaja masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Kalau paparan media sosial berlebihan, tentu bisa berdampak negatif, baik secara fisik maupun psikis,” ujarnya.

Menurut dia, penggunaan teknologi tetap bisa memberi manfaat apabila disertai pendampingan yang tepat dari orang tua maupun guru. Karena itu, pengawasan dan edukasi dinilai menjadi bagian penting agar anak dapat memanfaatkan perangkat digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat membentuk lingkungan pendidikan yang lebih aman, kondusif, dan mendukung tumbuh kembang anak di tengah derasnya penggunaan teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....