Warga Manado Keluhkan Gas LPG 3 Kg, Pemprov Sulut dan Pertamina Akan Tambah Pasokan

  • 11 Mar 2026 15:11 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Sejumlah warga di Kota Manado mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dirasakan masyarakat di tengah bulan Ramadan dan menjelang perayaan Idul Fitri.

Berdasarkan pantauan RRI pada Rabu, 11 Maret 2026, di beberapa pangkalan gas di wilayah Banjer, sejumlah warga terlihat mendatangi beberapa lokasi untuk mencari tabung LPG bersubsidi tersebut.

Salah seorang warga, Romi, mengaku telah berkeliling ke beberapa pangkalan namun belum berhasil memperoleh gas untuk kebutuhan memasak di rumah.

“Saya cari dari malam sampai sekarang belum dapat. Sudah keliling sekitar lima pangkalan, tapi semuanya habis,” ujarnya.

Romi mengatakan stok gas di rumahnya telah habis sehingga ia harus mencari di sejumlah pangkalan. Ia juga menyebut harga di pangkalan masih sesuai ketentuan, meskipun di beberapa tempat di luar pangkalan terdapat penjual yang menawarkan dengan harga lebih tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Reza Dotulong, saat dihubungi RRI menjelaskan bahwa kuota LPG 3 kilogram untuk wilayah Sulawesi Utara pada tahun 2026 mengalami penurunan sekitar tujuh persen dibandingkan realisasi tahun 2025.

Menurutnya, penyesuaian kuota tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat terkait pengendalian subsidi LPG 3 kilogram.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat agar menyikapi setiap informasi dengan bijak dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah provinsi bersama Pertamina juga sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyaluran tambahan pasokan selama Ramadan,” kata Reza.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar pasokan LPG 3 kilogram masih bergantung pada impor, sehingga pengelolaan subsidi menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan kuota oleh pemerintah pusat.

Meski demikian, pemerintah provinsi bersama Pertamina Patra Niaga telah melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan.

“Pemerintah provinsi bersama Pertamina sudah melakukan upaya extra dropping dan pengajuan fakultatif sekitar empat persen, mengingat berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya konsumsi LPG selama Ramadan biasanya meningkat sekitar empat persen,” katanya.

Pemerintah daerah juga mendorong agar LPG 3 kilogram digunakan sesuai peruntukannya, yakni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro.

Selain itu, sejumlah daerah mulai mengimbau aparatur sipil negara, anggota TNI dan Polri, serta pegawai BUMN dan BUMD untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi tersebut.

Di sisi lain, pemerintah daerah bersama tim pengawasan distribusi BBM dan LPG di setiap kabupaten dan kota terus melakukan pemantauan guna memastikan penyaluran LPG 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan.

Pemerintah juga mengingatkan pangkalan agar menjual LPG sesuai harga yang ditetapkan. Apabila ditemukan pelanggaran dalam distribusi, izin pangkalan dapat dicabut sesuai aturan yang berlaku.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap distribusi LPG 3 kilogram di Sulawesi Utara dapat berjalan lebih optimal sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....