Warga dan Pemdes Kamanga Dua Tutup Lubang Misterius Sinkhole Secara Swadaya

  • 10 Mar 2026 15:17 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa - Fenomena alam berupa munculnya lubang misterius atau sinkhole di Desa Kamanga Dua, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat dan masyarakat. Lubang yang berada di area permukiman warga tersebut dilaporkan semakin hari semakin membesar sehingga dikhawatirkan membahayakan lingkungan sekitar.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Kamanga Dua bersama masyarakat setempat melakukan kerja bakti mapalus dengan menutup lubang tersebut melalui pengecoran beton pada akhir pekan lalu. Camat Tompaso, Stefry Hendra Pandey, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama pemerintah desa dan warga untuk mencegah lubang agar tidak semakin melebar.

“Akhir pekan lalu pemerintah Desa Kamanga Dua bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti pengecoran untuk menutup lubang misterius tersebut agar tidak semakin membesar dan melebar,” kata Pandey kepada RRI Manado di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).

Camat Tompaso, Stefry Hendra Pandey, ST, MAP.

Menurut Pandey, kemunculan lubang misterius tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Karena itu, warga diminta tetap waspada terhadap potensi dampak yang bisa terjadi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat yang secara swadaya mengambil langkah cepat untuk menutup lubang tersebut.

“Saya mengapresiasi pemerintah desa dan masyarakat yang secara swadaya melakukan pengecoran penutupan lubang tersebut. Diharapkan dengan betonisasi ini tidak akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Terkait penanganan lebih lanjut, Pemerintah Kecamatan Tompaso telah menyampaikan laporan resmi kepada instansi terkait.

“Kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa serta Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah wilayah Sulawesi dan Maluku di Manado,” jelas Pandey.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, hingga saat ini belum ada bantuan material dari Pemerintah Kabupaten Minahasa maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Proses pengecoran penutupan lubang tersebut dilakukan murni menggunakan anggaran pemerintah desa serta swadaya masyarakat setempat.

Meski demikian, warga berharap adanya kajian lebih lanjut dari pihak terkait untuk memastikan penyebab munculnya fenomena alam tersebut serta mencegah potensi kejadian serupa di masa mendatang.

(Jeff Assa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....