Wisman Naik 14 Persen, Sulut menuju Hub Wisata Asia Pasifik

  • 05 Mar 2026 11:09 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan. Jumlah wisman yang masuk melalui Bandar Udara Sam Ratulangi tercatat mencapai 268.063 orang, naik 14 persen dibandingkan 2024 yang berjumlah 226.001 orang.

Peningkatan tersebut turut diikuti pertumbuhan pergerakan pesawat internasional sebesar 48 persen, dari 1.714 penerbangan pada 2024 menjadi 2.539 penerbangan di 2025.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Radityo Ari Purwoko, mengatakan kenaikan itu ditopang oleh bertambahnya rute penerbangan langsung internasional ke Manado.

“Pesawat yang melayani ada enam penerbangan internasional langsung ke Manado, di antaranya China Southern dari Guangzhou, Scoot dari Singapura, Eastar Jet dari Korea, Lucky Air dari Kunming, Lion Air dari Guangzhou dan Fuzhou, serta Trans Nusa dari beberapa kota di Tiongkok dan Taipei,” ujar Radityo.

Ia menambahkan, penumpang internasional masih didominasi wisatawan asal Tiongkok dengan jumlah sekitar 90 ribu orang sepanjang 2025.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, Oddy J. Mewengkang, menilai peningkatan kunjungan tersebut memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah.

“Pariwisata ini prime mover. Ketika kunjungan meningkat, sektor lain ikut bergerak, hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku ekonomi kreatif,” katanya dalam dialog Sulut Bicara bersama RRI Manado, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai keberhasilan promosi, tetapi juga momentum memperkuat kualitas destinasi dan daya saing daerah.

“Kita jangan hanya bangga pada angka kunjungan. Yang lebih penting bagaimana kualitas destinasi kita diperkuat dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Oddy menyebut dua destinasi yang dikelola pemerintah provinsi, yakni Bukit Kasih Kanonang dan Sumaru Endo, mulai menunjukkan peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) setelah dilakukan pembenahan.

“Dari dua destinasi ini, sebelumnya PAD tidak sampai Rp300 juta setahun. Tahun ini sudah hampir Rp200 juta. Artinya ada dampak setelah pembenahan dilakukan,” katanya.

Dengan tren konektivitas udara yang terus bertambah serta penguatan pengelolaan destinasi, pemerintah provinsi optimistis sektor pariwisata akan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....