Cap Go Meh 2577 di Manado Perkuat Pesan Harmoni dan Toleransi

  • 04 Mar 2026 15:14 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Dentang gong dan riuh sorak warga membuka perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili di kawasan Kampung Cina, Manado, Selasa, 3 Maret 2026. Ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang memadati Pecinan untuk menyaksikan pawai budaya yang menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek.

Hari kelima belas setelah Imlek atau Goan Siau ini tidak hanya dimaknai sebagai momentum spiritual umat Tionghoa. Di Manado, Cap Go Meh berkembang menjadi panggung kebersamaan, tempat budaya dan tradisi saling bertemu dalam suasana yang rukun.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, hadir bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay serta jajaran pejabat daerah. Dalam sambutannya, Yulius menegaskan bahwa Cap Go Meh mencerminkan harmoni sosial yang telah lama menjadi kekuatan Sulawesi Utara.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, saat emmberikan sambutan dalam perayaan Cap Go Meh 2577 di Kawasan Pecinan, Manado, Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: RRI/ Noni).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya mengucapkan selamat merayakan Cap Go Meh 2577. Semoga perayaan ini membawa kebahagiaan, kesehatan, dan rezeki bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberagaman yang tumbuh di Sulawesi Utara harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama. “Perayaan ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi bukti bahwa toleransi dan kebersamaan masyarakat kita tetap terpelihara dengan baik,” katanya.

Menurutnya, perayaan yang digelar dua pekan setelah Tahun Baru Imlek ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud nyata toleransi yang hidup dan terpelihara di tengah masyarakat. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung ruang-ruang budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Pemukulan gong oleh gubernur menjadi tanda dimulainya pawai budaya yang diikuti sembilan klenteng di Manado. Iring-iringan peserta menyusuri rute yang telah ditetapkan, disambut antusias ribuan warga yang memenuhi sisi jalan.

Dengan cuaca cerah dan partisipasi masyarakat yang tinggi, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan penuh sukacita. Cap Go Meh tahun ini kembali menegaskan bahwa di Sulawesi Utara, keberagaman bukan hanya semboyan, tetapi nilai yang dijaga dan dirayakan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....