Kementan Genjot Replanting Kelapa di Sulut
- 03 Mar 2026 12:52 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa Utara - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mendorong program hilirisasi kelapa melalui penanaman ulang (replanting) secara masif di sejumlah sentra produksi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperbesar nilai tambah yang diterima petani dari sektor kelapa.
Program penanaman tersebut digelar di Sulawesi Utara, tepatnya di Kabupaten Minahasa Utara, Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peremajaan tanaman kelapa tua dan rusak, disertai penyediaan benih unggul gratis serta penguatan keterhubungan dengan industri pengolahan.
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementan, Kuntoro Boga Andri, menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung kelapa nasional. “Sulawesi Utara dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai. Potensi ini harus kita optimalkan agar produktivitas meningkat dan petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar,” ujarnya dalam sambutan.
Menurutnya, hilirisasi tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi di tingkat kebun, tetapi juga harus menyasar pengolahan pascapanen. Ia menyebut, produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, santan olahan, hingga produk ekspor lainnya memiliki peluang pasar yang luas. “Kalau dikelola dengan baik, kelapa bukan hanya komoditas mentah, tetapi bisa menjadi sumber devisa,” katanya.
Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia berharap peremajaan tanaman dapat mendongkrak kesejahteraan petani di daerahnya. “Kami ingin potensi kelapa Sulawesi Utara benar-benar memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat,” katanya.
Kegiatan penanaman juga melibatkan Kepala BRMP Palma, Asthutiirundu, bersama jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda. Sejumlah pejabat teknis dan tim manajemen BRMP Palma turut hadir untuk memastikan dukungan teknis, mulai dari penyediaan benih hingga pendampingan teknologi budidaya.
Melalui program replanting ini, pemerintah berharap produktivitas kebun rakyat yang selama ini menurun akibat usia tanaman bisa kembali meningkat. Integrasi dengan industri pengolahan pun diharapkan membuka peluang usaha baru, memperluas akses pasar, serta memperkuat posisi kelapa Indonesia di pasar global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....