Tradisi Cisuak, Doa untuk Shio Paling Ciong di Tahun Kuda Api
- 02 Mar 2026 11:25 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Menjelang perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili, umat di Kelenteng Ban Hin Kiong melaksanakan sembahyang ciong atau lebih dikenal tradisi cisuak, ritual khusus yang dipercaya sebagai doa tolak bala. Ibadah ini berkaitan dengan perhitungan shio dan kepercayaan hong shui dalam tradisi Tionghoa.
Cenghit atau pemimpin upacara ibadah Kelenteng Ban Hin Kiong, Robby Wala Sondakh, menjelaskan sembahyang ciong diperuntukkan bagi mereka yang shionya dinilai kurang selaras dengan tahun yang sedang berjalan. Tahun ini merupakan Tahun Kuda Api, sehingga beberapa shio dipercaya perlu melakukan doa khusus.
“Tahun ini kan Tahun Kuda. Yang tidak cocok dengan kuda, sembahyang tahun ini. Yang bersiong, seperti tikus dan ayam,” ujarnya saat ditemui RRI, di Kelenteng Ban Hin Kiong Manado, Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, sembahyang tersebut bertujuan memohon perlindungan serta menghindari kesialan sepanjang tahun. Ia menegaskan, praktik hong shui berbeda dengan ritual utama Cap Go Meh, karena lebih bersifat permohonan pribadi.
Sembahyang ciong umumnya dapat dilaksanakan pada awal Tahun Baru Imlek atau saat umat merasa perlu memohon perlindungan. Di Kelenteng Ban Hin Kiong, ritual ini kebetulan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut menjelang Cap Go Meh, meski sebelumnya juga telah dilakukan pada awal tahun
Selain doa tolak bala, umat juga memanjatkan harapan agar Tahun Kuda Api membawa perbaikan kehidupan. “Kita berharap tahun ini kehidupan masyarakat bisa lebih sejahtera, ekonominya bisa lebih membaik,” kata Robi.
Momentum ini diharapkan menjadi penyemangat bagi umat untuk menjalani tahun yang baru dengan lebih optimistis dan penuh keyakinan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....