Perpani Sulut Bidik Medali PON 2028

  • 01 Mar 2026 16:40 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sulawesi Utara menargetkan prestasi nasional pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Target tersebut disampaikan Ketua Harian Pengprov Perpani Sulut, Yudy Karaeng, dalam program “Sulut Bicara” di Radio Republik Indonesia Manado, 27 Februari 2026.

Yudy mengakui cabang olahraga panahan di Sulawesi Utara belum sepopuler cabang lain. Namun, menurutnya, pembinaan terus berjalan dan kini sudah terbentuk sembilan pengurus kabupaten/kota dari total 15 daerah. “Memang panahan terkesan belum terlalu populer, tapi pembinaan tetap berjalan dan kami sudah dua kali ikut Pra-PON,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah menjadi dorongan besar bagi perkembangan panahan di Sulut. Bahkan, untuk pertama kalinya Sulawesi Utara sukses menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Open yang diikuti sekitar 150 atlet dari 10 hingga 12 provinsi. “Ini sejarah baru panahan Sulawesi Utara karena kita bisa melaksanakan event nasional di daerah sendiri,” kata Yudy.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov Perpani Sulut, Jusuf Manadalika, menyebut jumlah atlet yang terdata dalam Pekan Olahraga Provinsi terakhir mencapai sekitar 300 orang. Atlet-atlet tersebut berasal dari sembilan pengurus kabupaten/kota yang aktif melakukan pembinaan.

“Kami tidak hanya menargetkan lolos Pra-PON, tapi ke depan harus bicara medali. Ukuran keberhasilan olahraga itu kan prestasi di PON,” katanya. Ia menjelaskan, pembinaan kini difokuskan pada usia dini mulai dari tingkat SD hingga SMA untuk menyiapkan regenerasi atlet lima tahun ke depan.

Terkait sarana latihan, Yudy mengatakan saat ini latihan dipusatkan di beberapa lokasi di Manado, termasuk di kawasan Grand Luley, Lapangan Malvinas, serta lahan hibah pemerintah provinsi di Kayuwatu yang tengah dipersiapkan sebagai lapangan tetap. “Pak Gubernur sangat mendukung, bahkan sudah membantu pengadaan peralatan standar nasional,” ujarnya.

Jusuf juga menegaskan bahwa panahan merupakan olahraga terukur dengan standar keselamatan ketat karena masuk kategori senjata tajam. “Safety first itu wajib, baik saat latihan maupun pertandingan. Karena sekali meleset bisa fatal,” ujarnya. Dengan pembinaan berjenjang dan dukungan fasilitas, Perpani Sulut optimistis mampu bersaing di level nasional pada PON 2028.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....