BI Sulut Perkuat Ekosistem Halal lewat Program Terintegrasi

  • 28 Feb 2026 20:14 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui sejumlah program terintegrasi dalam rangkaian Hijrah Fest Sulut 2026. Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menegaskan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah selaras dengan target nasional menuju pusat ekonomi syariah dunia.

“Indonesia memiliki cita-cita menjadi pusat ekonomi syariah dunia di tahun 2029. Saat ini kita berada di peringkat ketiga dunia dan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat sektor-sektor yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya saat puncak acara di Atrium Megamall Manado, Sabtu, 28 Februari 2026.

Untuk mendukung arah tersebut, kebijakan pengembangan di tingkat daerah dijalankan melalui kerangka strategis yang terintegrasi. “Implementasi kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diarahkan pada tiga pilar utama yang kami sebut IKHLAS, yaitu industri, keuangan, dan literasi syariah,” katanya.

Pada sektor industri halal, BI Sulut memfasilitasi sertifikasi halal UMKM melalui program SERUMA serta pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat rantai nilai halal dari hulu hingga hilir sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Dari sisi keuangan, digitalisasi menjadi fokus utama melalui perluasan penggunaan QRIS, penguatan kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah, serta optimalisasi wakaf produktif lewat program WAFA. Selain itu, program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) digelar untuk memastikan kecukupan uang layak edar selama Ramadan dan Idul Fitri.

Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui program HIKMAH atau Hijaukan Ramadan Berkah yang mengajak masyarakat menukarkan lima botol plastik bekas dengan kupon makan UMKM. Botol yang terkumpul ditargetkan mencapai 4.000 unit dan selanjutnya dikelola menjadi produk bernilai ekonomis oleh Bank Sampah Induk di Likupang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut menegaskan komitmennya dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah. Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Utara, Darwin Muksin, yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyebut kolaborasi lintas lembaga menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem halal.

“Sinergi yang kita bangun bersama adalah bukti nyata komitmen kita dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah sebagai penggerak baru ekonomi nasional dan daerah,” ujarnya.

Melalui rangkaian program tersebut, BI Sulut bersama pemerintah daerah menargetkan ekonomi syariah tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga memberi dampak nyata bagi penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan, serta pembangunan ekonomi hijau di Sulawesi Utara secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....