BI Optimis Perekonomian Sulut Tahun 2026 Tumbuh Lebih Kuat

  • 28 Feb 2026 10:16 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado- Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (KPw BI Sulut), Joko Supratikto, mengatakan berdasarkan kinerja makroekonomi dan intermediasi perbankan, perekonomian Sulut pada 2026 diperkirakan tumbuh lebih kuat dibandingkan tahun 2025.

Dalam Refreshment Wartawan & Kick Off Festival Jurnalistik 2026 di Aula BI Sulut, Kamis 26 Februari 2026, Joko Supratikto menjelaskan, pada triwulan IV 2025 kinerja perbankan di Sulut menunjukkan pertumbuhan kredit sebesar 5,91 persen (year on year/yoy), dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap terjaga di level 2,55 persen.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), pertumbuhan tercatat lebih tinggi yakni 10,99 persen (yoy), sehingga rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 166,72 persen.

Sepanjang 2025, suku bunga kebijakan BI telah turun 100 basis poin menjadi 4,75 persen. Namun, transmisi penurunan tersebut ke suku bunga perbankan masih terbatas. Suku bunga deposito hanya turun 32 bps, sementara suku bunga kredit juga menurun relatif lambat, masing-masing Kredit Investasi (KI) 59 bps, Kredit Konsumsi (KK) 46 bps, dan Kredit Modal Kerja (KMK) 21 bps.

Berdasarkan jenisnya, penyaluran kredit masih didominasi Kredit Konsumsi sebesar 59 persen, yang turut mendorong konsumsi rumah tangga. Meski demikian, diperlukan upaya diversifikasi agar kredit produktif seperti Kredit Investasi (16 persen) dan Kredit Modal Kerja (25 persen) dapat meningkat, sehingga memberikan nilai tambah lebih besar bagi sektor riil.

Karena itu, Joko menekankan pentingnya sinergi antara BI, OJK, dan perbankan untuk mempercepat penyaluran kredit produktif secara tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Ke depan, penguatan ekonomi Sulut pada 2026 diperkirakan juga ditopang oleh meningkatnya akseptasi digital serta pemulihan sektor pariwisata, seiring pembukaan rute dan penambahan frekuensi penerbangan, baik domestik maupun internasional. Selain itu, perdagangan internasional diproyeksikan tumbuh, termasuk melalui potensi reaktivasi direct call Indonesia–Tiongkok lewat Pelabuhan Bitung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....