Minahasa Dapat ATBM, Tenun Tradisional Siap Tembus Pasar Nasional
- 27 Feb 2026 19:02 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa - Kabupaten Minahasa menerima bantuan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dari Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis bagi kelompok pengrajin dan IKM binaan Dekranasda di Rumah Kemasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Kamis, 26 Februari 2026. Bantuan ATBM juga diberikan untuk dua kabupaten lain, yakni Bolaang Mongondow dan Kepulauan Sangihe.
Langkah ini bukan sekadar seremonial penyerahan aset fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menghidupkan kembali industri tenun tradisional berbasis potensi serat daerah. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk tenun lokal.
Bantuan ATBM ditujukan untuk mendorong produktivitas perajin sekaligus menjadi motivasi agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola industri tenun berbasis kearifan lokal. Ia menekankan pentingnya posisi tawar kain tenun Sulut di pasar nasional.
“Dukungan ini bukan sekadar bantuan alat kerja, tetapi juga bentuk motivasi agar para perajin terus meningkatkan kualitas, produktivitas, serta daya saing produk tenun daerah,” ujar Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Anik Yulius Selvanus.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Martina W. Dondokambey Lengkong, menegaskan pentingnya sinergi antara provinsi dan kabupaten. “Melalui kerja sama yang baik, kain tenun berbahan serat lokal kini memiliki peluang lebih besar untuk dikenal luas dan menembus pasar ekonomi kreatif,” ujarnya.
Penyerahan ATBM ini menjadi bagian dari strategi Dekranasda Sulut untuk memberdayakan perajin lokal, memperkuat industri tenun tradisional, sekaligus menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Utara.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, kedua pimpinan TP-PKK berharap industri tenun daerah dapat terus berkembang, bersaing di pasar nasional, dan memperkuat identitas budaya Sulawesi Utara.
“Kami ingin produk kita punya posisi tawar yang kuat di pasar nasional,” kata Anik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....