IPTI Sulut Got Talent: Harmoni Budaya, Kreativitas dan Persatuan
- 23 Feb 2026 13:33 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Sulawesi Utara (Sulut) sukses menggelar ajang IPTI Sulut Got Talent. Sebuah panggung kreatif yang bukan sekadar hiburan, melainkan ruang pembinaan talenta, pelestarian budaya, sekaligus langkah strategis menuju industri kreatif berbasis budaya Tionghoa.
Wakil Ketua IPTI Sulut, Devina Lumingkewas, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk merangkul seluruh elemen masyarakat yang memiliki kemampuan dan ketertarikan pada budaya Tionghoa.
Ajang ini membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja, tanpa batasan kalangan. Tak hanya dari komunitas Tionghoa, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki minat pada budaya dan bahasa Mandarin. Mulai dari kemampuan alat musik, seni pertunjukan, hingga seni bela diri tradisional seperti Wushu dan atraksi Barongsai, semuanya mendapat tempat.

“Di sini mengadakan lomba menyanyi Mandarin, storytelling Tionghoa, pemain alat musik Tionghoa, juga pegelaran Wushu dan Barongsai. Kami ingin merayakan Imlek bersama, tapi sekaligus melihat potensi-potensi talenta yang bisa dikembangkan ke depan,” ujarnya.
Menurut Devina, IPTI tidak ingin budaya hanya dikenang sebagai warisan masa lalu. Lebih dari itu, budaya harus diolah menjadi kekuatan baru yang relevan dengan zaman.
“Kami ingin momentum ini tidak hanya sekadar perayaan. Tapi bagaimana talenta-talenta ini bisa masuk ke dunia industri ke depannya. Budaya Tionghoa kita formulasikan menjadi sesuatu yang fresh, inovatif, dan bisa berkontribusi bagi Indonesia,” tambahnya.
Pesan yang selalu ditekankan Ketua IPTI, Cece Hillary Brigitta Lasut, lanjut Devina, adalah pentingnya kerendahan hati untuk merangkul semua elemen, khususnya anak muda. IPTI ingin generasi muda berani berinovasi, menggali potensi, dan menciptakan terobosan kreatif berbasis budaya.
Dukungan penuh juga datang dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Hadir langsung Wakil Ketua Umum PSMTI, Nico Lieke menegaskan bahwa semangat kegiatan ini sejalan dengan misi besar organisasi.

“PSMTI adalah Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia. Sosial artinya kita berkumpul bersama untuk turut membantu pembangunan bangsa. Yang paling penting, kita ingin terlibat dalam nation building,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski hari ini fokus pada talenta, tujuan besar yang ingin dibangun adalah karakter dan persatuan dalam kemajemukan.
“Mungkin secara dialek kita berbeda-beda. Tapi dalam kemajemukan kita bersatu, dalam perbedaan kita satu. Kami bersama mendukung Indonesia maju,” tegas Nico.
IPTI Sulut Got Talent pun menjadi simbol bahwa perayaan Imlek bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga tentang masa depan, tentang bagaimana budaya, kreativitas, dan semangat persatuan diramu menjadi energi kolektif untuk membangun bangsa.
(Anugrah Pandey)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....