Perayaan Imlek 2577 Kongzili Perkuat Toleransi di Sulut

  • 23 Feb 2026 10:39 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Sulawesi Utara menjadi momentum penguatan toleransi dan aksi sosial lintas agama. Kegiatan yang digelar Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Sulut berlangsung di Graha Gubernuran Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Minggu, 22 Februari 2026.

Perayaan Imlek tahun ini mengusung tema nasional “Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan”, yang menegaskan pentingnya nilai keadilan sosial sebagai fondasi kesejahteraan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa ibadah dan perayaan budaya, tetapi juga diisi dengan buka puasa bersama umat Muslim serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan panti asuhan dari berbagai latar belakang agama. Aksi sosial lintas iman ini menjadi simbol kepedulian dan persaudaraan di tengah keberagaman.

Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Ulyas Taha saat Mmberikan Sambutan dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Graha Gubernuran Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Minggu, 22 Februari 2026. (Foto: Humas dan Komunikasi Publik Kanwil Kemenag Sulut).

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata nilai kemanusiaan yang melampaui perbedaan keyakinan.

“Momentum ini menunjukkan bahwa nilai kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan dapat menyatukan kita semua. Inilah wajah kerukunan Sulawesi Utara yang sesungguhnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa agama Khonghucu memiliki sejarah panjang di Indonesia dan kembali diakui secara penuh pada era Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid. Pengakuan tersebut dinilai penting dalam menjamin hak-hak sipil umat Khonghucu untuk menjalankan ibadah dan tradisi keagamaannya secara terbuka.

Selain itu, Ulyas menyebut para penyuluh agama Khonghucu di Sulawesi Utara terus berperan dalam pembinaan keagamaan, penguatan nilai moral, serta moderasi beragama di tengah masyarakat.

Perayaan Imlek ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, jajaran Forkopimda, unsur TNI dari Kodam XIII/Merdeka, serta tokoh agama dan masyarakat lintas iman. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan, sekaligus mempererat persaudaraan antarumat beragama di Bumi Nyiur Melambai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....