Sekolah Lansia PWRI Diluncurkan, Sulut Siap Hadapi Aging Population

  • 20 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meluncurkan program Sekolah Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia lintas generasi. Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Harian Sekretaris Provinsi Sulut, Denny Mangala pada 19 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Denny Mangala menegaskan bahwa lansia memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. “Sulawesi Utara tidak akan maju jika meninggalkan generasi seniornya. Lansia bukan beban pembangunan, tetapi kekuatan sosial yang harus diberdayakan dan dimuliakan,” ujarnya.

Sambutan dan Arahan Pelaksana Harian Sekretaris Provinsi Sulut, Denny Mangala dalam Kegiatan meluncurkan program Sekolah Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Kamis, 19 Februari 2026. (Foto: Dinas Dukcapil KB Provinsi Sulawesi Utara).

Data semester I 2025 menunjukkan proporsi penduduk lanjut usia di Sulawesi Utara telah mencapai 14,1 persen dari total populasi. Kondisi ini menempatkan daerah tersebut dalam fase aging population yang membutuhkan kebijakan khusus untuk menjaga kualitas hidup lansia.

Denny juga menyampaikan, pemerintah menekankan bahwa peningkatan usia harapan hidup harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan. “Panjang usia harus berarti hidup yang sehat, aktif, dan bermartabat. Itulah arah pembangunan manusia yang kita perjuangkan,” katanya.

Sekolah Lansia ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Dukcapil dan KB Sulut, Kemendukbangga/BKKBN, serta PWRI Provinsi Sulawesi Utara. Program ini diikuti 30 peserta dan dirancang dalam 12 pertemuan dengan materi kesehatan, psikososial, spiritual, kependudukan, dan ketahanan keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWRI Sulut Ferdinand E.M. Mewengkang menyerahkan modul pembelajaran berjudul Lansia dan Kearifan Lokal kepada perwakilan pemerintah daerah. Modul tersebut dirancang untuk menempatkan lansia sebagai penjaga nilai budaya dan sumber pengetahuan lintas generasi.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Jeanny Yola Winokan menyebut, modul tersebut sebagai yang pertama di Indonesia dengan pendekatan integratif antara pemberdayaan lansia dan pelestarian budaya lokal.

“Lansia perlu didukung oleh keluarga dan lingkungan agar tetap sehat, aman, dan mampu berpartisipasi sesuai minat dan potensinya,” ujarnya.

Ke depan, modul ini akan menjadi acuan penyelenggaraan Sekolah Lansia di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Pemerintah berharap program ini dapat diperluas ke kabupaten dan kota serta memperkuat posisi Sulut sebagai daerah yang ramah dan inklusif bagi semua generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....