Drama Kolosal Peristiwa Merah Putih Disutradarai Gubernur YSK
- 15 Feb 2026 18:19 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Drama kolosal Peristiwa Merah Putih menjadi puncak peringatan peristiwa heroik yang terjadi pada 14 Februari 1946 di Manado, Sulawesi Utara. Pertunjukan yang digelar di Lapangan KONI Sario pada Sabtu, 14 Februari 2026 ini menghadirkan rekonstruksi sejarah perjuangan rakyat Sulawesi Utara melawan penjajah dalam format teatrikal megah.
Drama kolosal tersebut disutradarai langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, dengan dukungan tim kreatif, seniman lokal, serta unsur TNI/Polri dan komunitas budaya. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadikan pertunjukan tampil dengan skala besar dan detail sejarah yang kuat.
Adegan paling ikonik dalam drama kolosal tersebut menampilkan momen perlawanan rakyat, ketika para pejuang merobek warna biru bendera penjajah dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Adegan ini menjadi simbol keberanian dan perlawanan rakyat Sulawesi Utara terhadap kolonialisme.
Sejumlah tokoh pahlawan nasional kembali dihidupkan dalam pertunjukan ini, di antaranya Letkol Charles Choesj Taulu, Sersan Servius Dumais Wuisan, Kopral Mambi Runtukahu, serta Bernard Wilhelm Lapian. Penggambaran tokoh-tokoh ini menegaskan keberanian dan pengorbanan para pejuang dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia di wilayah timur.
.webp)
Pertunjukan drama kolosal dikemas dengan properti sejarah dan efek visual yang realistis, termasuk kendaraan tempo dulu, pedati, serta efek ledakan dan kobaran api. Visualisasi ini menghadirkan suasana pertempuran yang dramatis dan memberi pengalaman imersif bagi penonton.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan bahwa peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari harus terus dilaksanakan dan dirawat. “Tanggal 14 Februari ini harus dilaksanakan, harus dirawat, harus dijaga, dan terus dikembangkan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya mengangkat dan menghargai jasa para pahlawan daerah. Menurutnya, masih banyak tokoh pejuang yang perlu terus diperjuangkan pengakuannya sebagai pahlawan nasional agar generasi muda mengenal sejarah daerahnya secara utuh, katanya.
.webp)
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap peringatan Peristiwa Merah Putih tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat karakter kebangsaan, khususnya bagi generasi muda. Drama kolosal dipilih sebagai medium edukasi sejarah yang komunikatif dan mampu menyentuh emosi publik.
Melalui peringatan ini, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menjaga ingatan kolektif atas perjuangan rakyat Sulawesi Utara. Nilai patriotisme dan pengorbanan yang diwariskan para pejuang diharapkan terus hidup dalam pembangunan daerah dan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....