CKG Integrasikan Skrining HPV untuk Cegah Kanker Serviks

  • 12 Feb 2026 13:38 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga dimanfaatkan untuk memperkuat pencegahan kanker serviks melalui skrining kesehatan reproduksi dan edukasi vaksin human papillomavirus (HPV). Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian utama pada perempuan di Indonesia.

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) menunjukkan kanker serviks termasuk tiga besar kanker tersering pada perempuan Indonesia, dengan ribuan kasus baru dan kematian setiap tahun. Kondisi ini mendorong pemerintah memperluas skrining dan vaksinasi HPV pada kelompok usia sekolah.

Pengelola Program CKG Puskesmas Tikala Baru, Silvanetha Lesirollo. (Foto: RRI/ Noni).

Pengelola Program CKG Puskesmas Tikala Baru, Silvanetha Lesirollo, mengatakan vaksin HPV gratis telah diberikan kepada siswa kelas 5 SD dan kelas 7 SMP dengan dua dosis, sementara perempuan usia subur di luar sekolah masih menunggu kebijakan pembiayaan pemerintah.

“Untuk anak sekolah sudah gratis dua kali vaksin, sedangkan untuk wanita usia subur masih menunggu kebijakan dari pusat,” ujarnya, saat diwawancarai RRI, Rabu, 11 Februari 2026. Ia menambahkan harga vaksin HPV secara mandiri cukup mahal sehingga pemanfaatan vaksin gratis perlu didorong.

Silvanetha juga menyoroti stigma sosial yang masih melekat pada vaksin HPV di masyarakat. “Vaksin ini untuk pencegahan dan perlindungan kesehatan, bukan berarti seseorang sudah melakukan hal yang tidak baik,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Manado, dr. Sicilia Kumaat. (Foto: RRI/ Noni).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Manado, dr. Sicilia Kumaat menjelaskan CKG menjadi sarana edukasi kesehatan reproduksi karena menyediakan skrining IVA, pap smear, dan HPV DNA untuk deteksi dini risiko kanker serviks. “Pemeriksaan HPV DNA bisa mendeteksi virus sebelum terjadi perubahan ke arah kanker,” katanya kepada RRI, Kamis, 12 Februari 2026.

Menurut Sicilia, rendahnya literasi kesehatan dan stigma terhadap pemeriksaan reproduksi masih menjadi tantangan utama di lapangan. Edukasi publik dinilai penting agar perempuan mau melakukan pemeriksaan rutin dan memanfaatkan vaksinasi sebagai perlindungan jangka panjang.

Dinas Kesehatan Kota Manado berharap integrasi skrining reproduksi dalam CKG dapat meningkatkan kesadaran perempuan terhadap deteksi dini kanker serviks sekaligus memperkuat upaya pencegahan primer melalui vaksinasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....