Cek Kesehatan Gratis Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Remaja

  • 12 Feb 2026 13:22 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas skrining kesehatan jiwa masyarakat, termasuk di kalangan remaja. Integrasi skrining mental dalam pemeriksaan rutin diharapkan mempercepat deteksi gangguan jiwa sejak dini.

Kementerian Kesehatan mencatat gangguan kesehatan mental pada remaja masih menjadi isu serius, dengan survei nasional menunjukkan sekitar satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam setahun terakhir. Temuan tersebut mendorong perluasan skrining berbasis layanan primer seperti puskesmas dan sekolah.

Pengelola Program CKG Puskesmas Tikala Baru, Silvanetha Lesirollo, saat diwawancarai RRI di Puskesmas Tikala Baru, Rabu, 11 Februari 2026. (Foto: RRI/Noni)

Pengelola Program CKG Puskesmas Tikala Baru, Silvanetha Lesirollo, mengatakan pemeriksaan kesehatan jiwa menjadi bagian dari indikator CKG selain pemeriksaan fisik dasar dan penyakit kronis. Skrining dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah dilatih khusus.

“Jika terindikasi ada gangguan kejiwaan atau stres berlebihan, maka dilakukan tindak lanjut pencegahan,” katanya saat diwawancarai RRI, Rabu, 11 Februari 2026. Ia menambahkan puskesmas juga menyediakan terapi lanjutan bagi pasien yang telah terdiagnosis gangguan mental, termasuk skizofrenia.

Silvanetha menilai fokus pada kesehatan mental remaja semakin penting karena munculnya risiko penarikan diri sosial hingga percobaan bunuh diri. Menurutnya, skrining melalui CKG sekolah membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi risiko sejak tahap awal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Manado, dr. Sicilia Kumaat. (Foto: RRI/ Noni).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Manado, dr. Sicilia Kumaat, menyebut skrining dalam CKG berfungsi sebagai pintu masuk untuk menemukan kasus yang selama ini tidak terjangkau layanan kesehatan jiwa. “CKG ini sasarannya luas, jadi kita bisa menemukan lebih banyak masalah kesehatan jiwa di masyarakat,” katanya kepada RRI, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menambahkan, program kesehatan jiwa khusus memiliki instrumen pemeriksaan lebih mendalam, namun jangkauannya terbatas. Karena itu, skrining massal melalui CKG dinilai strategis untuk memperluas temuan kasus dan mempercepat rujukan.

Dinas Kesehatan Kota Manado berharap integrasi skrining mental sejak usia sekolah dapat menekan dampak jangka panjang gangguan jiwa terhadap pendidikan, produktivitas, dan kualitas hidup generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....