GenRe Masuk Sekolah Tekan Kelahiran Remaja Boltim

  • 12 Feb 2026 11:30 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Boltim - Pemerintah terus mengintensifkan upaya penurunan angka kelahiran remaja melalui sosialisasi Program Generasi Berencana (GenRe) di seluruh SMA dan SMK se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kegiatan ini digelar serentak pada Selasa, 10 Februari 2026, melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan daerah.

Langkah tersebut dinilai penting karena Bolaang Mongondow Timur mencatat angka kelahiran remaja usia 15–19 tahun tertinggi di Sulawesi Utara pada 2025, yakni 41,1 per 1.000 perempuan. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat kelanjutan pendidikan dan kualitas kehidupan generasi muda.

Untuk menjangkau seluruh sekolah, kegiatan sosialisasi dibagi ke dalam tiga tim lapangan yang dipimpin pejabat terkait dari Kemendukbangga/BKKBN dan Dinas Dukcapil dan KB Provinsi Sulawesi Utara. Tim-tim tersebut turun langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi dan penguatan pemahaman tentang perencanaan kehidupan remaja.

Selain sosialisasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di setiap SMA dan SMK di wilayah tersebut. Kehadiran PIK-R diharapkan menjadi wadah edukasi dan konseling sebaya yang berkelanjutan bagi siswa.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Utara, Jeany Yolla Winokan, menekankan pentingnya pembekalan remaja sejak dini terkait perencanaan hidup. “Remaja hari ini adalah calon orang tua masa depan. Mereka perlu dibekali pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan cita-cita hidup agar tidak terjebak pada pernikahan dini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil dan KB Sulawesi Utara, Chris Sondakh, menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir siswa. “Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membangun karakter dan perencanaan hidup yang terarah,” ujarnya.

Penanggung jawab Keluarga Sejahtera Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Utara, Alfrida Bayang, menambahkan bahwa PIK-R akan menjadi ruang aman bagi remaja untuk berbagi informasi. “Melalui PIK-R, remaja bisa saling menguatkan dan mendapatkan pendampingan yang tepat,” ujarnya.

Melalui penguatan sosialisasi GenRe dan pembentukan PIK-R di sekolah, pemerintah berharap kesadaran remaja dalam merencanakan masa depan semakin meningkat. Program ini diharapkan mampu menekan angka kelahiran usia remaja sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda yang sehat dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....