Pemprov Soroti Struktur Ekspor Sulut

  • 05 Feb 2026 17:45 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberi perhatian pada struktur ekspor daerah menyusul rilis pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan IV 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis, 5 Februari 2026. Meski kinerja ekspor menunjukkan tren positif, komposisi komoditas dinilai masih menjadi tantangan.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sulawesi Utara Reza Dotulong mengatakan, sekitar 75 persen ekspor Sulut masih didominasi produk olahan minyak sawit. Padahal, Sulawesi Utara bukan merupakan daerah penghasil utama komoditas tersebut.

“Kita tidak memiliki pertanian sawit. Artinya, nilai tambah dari ekspor ini harus dipastikan benar-benar dinikmati oleh masyarakat Sulawesi Utara,” katanya.

Menurut Reza, kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah daerah mendorong penguatan hilirisasi industri berbasis komoditas lokal. Hilirisasi dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat Sulawesi Utara.

“Hilirisasi industri perkebunan, pertanian, dan perikanan terus kami dorong agar ekspor lebih berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp139 miliar pada periode 2026 - 2027. Anggaran itu difokuskan pada pengembangan komoditas kelapa, kakao, dan pala.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sebagai pusat industri hilir. “Kami membuka peluang kerja sama agar industri berbasis komoditas lokal tumbuh dan memberi dampak langsung bagi daerah,” ujarnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....