Pesta Adat Tulude, Strategi Pariwisata Desa Darunu

  • 31 Jan 2026 17:10 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pesta adat Tulude yang digelar di Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, menjadi bagian dari strategi penguatan pariwisata berbasis budaya. Kegiatan adat ini dinilai mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara, Femmy Pangkerego, mengatakan perkembangan Desa Wisata Darunu saat ini cukup pesat. Bahkan, menurutnya, capaian tersebut mulai mendekati Desa Wisata Budo yang sebelumnya meraih juara satu tingkat nasional kategori digital dan kreatif.

“Perkembangan Desa Darunu itu sudah hampir bersamaan dengan Desa Wisata Budo, penguatan pariwisata desa harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelaku usaha lokal,” katanya saat diwawancarai RRI usai pelaksanaan pesta adat Tulude di Desa Darunu, Sabtu, 31 Januari 2026.

Femmy menjelaskan, pemerintah daerah mendorong pelaku UMKM di desa wisata untuk naik kelas menjadi pelaku ekonomi kreatif. Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual secara gratis serta peluang pengusulan bantuan dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, dr. Kartika Devi Tanos, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan budaya di desa wisata. Menurutnya, pesta adat seperti Tulude merupakan atraksi penting dalam pengembangan pariwisata daerah.

“Kita men-support sekali acara-acara seperti ini karena Desa Darunu adalah desa wisata, dukungan Pemprov juga diberikan dalam bentuk promosi dan peningkatan sumber daya manusia pelaku usaha pariwisata,” ujarnya.

Kartika juga menyebutkan adanya bantuan langsung bagi UMKM yang didorong naik menjadi pelaku ekonomi kreatif. “UMKM yang naik tingkat akan difasilitasi untuk pendaftaran HAKI, dengan modal sertifikat kelayakan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga atraksi, kuliner, transportasi, hingga produk oleh-oleh. “Semua itu berputar untuk perekonomian masyarakat di desa wisata,” ujar Kartika.

Menurutnya, kegiatan adat dan budaya memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan jika dipromosikan secara terencana. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan provinsi mendorong penyusunan kalender event agar dapat disosialisasikan kepada pelaku industri pariwisata dan agen perjalanan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....