Hama Tikus Serang Sawah, Produksi Padi Turun

  • 28 Sep 2025 16:03 WIB
  •  Manado

KBRN, Minahasa: Puluhan petani pemilik dan penggarap sawah di kawasan persawahan Panasen, Desa Kamanga, Kecamatan Tompaso, mengaku merugi sejak dibangunnya akses jalan menuju lokasi sumur panas bumi oleh PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) Area Lahendong.

Hukum Tua Desa Kamanga, Jemmy Wenas, mengatakan pembangunan jalan tersebut memicu serangan hama tikus yang bersarang di lobang bronjong penahan jalan. Akibatnya, sebagian besar sawah gagal panen.

“Diperkirakan ribuan ekor tikus bersarang di lobang bronjong kiri dan kanan jalan. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan membuat hasil panen petani turun drastis,” tegas Jemmy kepada RRI Manado.

Luas lahan sawah di kawasan itu sekitar 4–5 hektare dan dikelola oleh kelompok tani bersama petani pemilik maupun penggarap. Menurut Jemmy, sebelum adanya jalan akses, produksi gabah bisa mencapai puluhan ton. Namun kini produksi menurun hingga 50–60 persen.

Jemmy berharap Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui dinas terkait serta pihak Pertamina Geothermal Energi turun tangan mencarikan solusi.

“Kami memohon agar lobang bronjong ditutup dengan pengecoran supaya hama tikus tidak bisa berkembang biak,” ujarnya.

Salah satu petani, Opa Okte Momongan, juga mengeluhkan hal yang sama.

“Sebelum ada bronjong jalan, saya bisa panen 20–25 karung gabah. Sekarang hasilnya tinggal setengahnya saja,” ungkapnya dengan nada menyesal.

Petani di kawasan ini berharap solusi segera diambil agar produksi padi kembali normal dan kerugian tidak terus berlanjut.

(Jeff Assa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....