Polda Sulut Siap Amankan Ramadan,KRYD hingga Operasi Ketupat Disiapkan
- 17 Feb 2026 19:50 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menyatakan kesiapan penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 2026. Sejumlah strategi pengamanan telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat serta potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Hasibuan mengatakan pengamanan Ramadan merupakan agenda rutin nasional yang selalu masuk dalam perencanaan kepolisian. Polda Sulut akan menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) serta operasi kepolisian sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
“Di bulan ini ada tiga event, Prapaska, Imlek dan bulan puasa Ramadan serta Idul Fitri. Secara rutinitasnya kita mengikuti agenda nasional,” ujar Alamsyah. Ia menjelaskan bahwa sebelum operasi besar seperti Operasi Ketupat, biasanya dilakukan Operasi Cipta Kondisi untuk menekan potensi gangguan keamanan.
Selain aparat keamanan, peran masyarakat juga dinilai penting dalam menjaga stabilitas selama Ramadan. Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsrat, Maxi Egeten, menekankan bahwa keamanan merupakan kewajiban negara, namun membutuhkan partisipasi publik.
“Keamanan dan rasa nyaman ini sebetulnya diperlukan masyarakat bukan hanya dalam konteks kehidupan sehari-hari, tetapi bagaimana keamanan itu dirasa tidak mengganggu aktivitas yang dilakukan,” katanya. Ia menambahkan bahwa tindakan preventif harus dilakukan karena potensi gangguan keamanan bisa meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Maxi juga menyoroti pentingnya toleransi antarumat beragama di Sulawesi Utara dalam menjaga situasi kondusif selama Ramadan. Menurutnya, tradisi saling membantu antarumat beragama dalam menjaga rumah ibadah merupakan modal sosial yang kuat bagi stabilitas daerah.
“Peran TNI Polri memang sangat krusial, tetapi masyarakat juga harus terlibat aktif dalam menjaga stabilitas atau keamanan,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi aparat dan warga dapat memastikan umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.
Polda Sulut juga mengingatkan potensi kerawanan di pusat aktivitas ekonomi seperti pasar tradisional menjelang Ramadan. Kepolisian mendorong sinergi pemerintah daerah, pengelola pasar, dan masyarakat untuk mencegah konflik sosial serta menjaga ketertiban di ruang publik.
Ke depan, kepolisian mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu di media sosial serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan. Upaya kolaboratif antara aparat dan warga diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan kondusif di Sulawesi Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....