TVRI Sulut Sosialisasikan Hak Siar Piala Dunia 2026 melalui Bola Gembira
- 06 Jun 2026 12:34 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Lembaga Penyiaran Publik TVRI Sulawesi Utara menggelar kegiatan "Bola Gembira" di Kawasan Pasir Putih Boulevard Manado, Sabtu, 6 Juni 2026. Selain menyemarakkan demam sepak bola lewat fun walk dan zumba party, momentum ini dimanfaatkan untuk menyosialisasikan regulasi hak siar Piala Dunia 2026 yang resmi dipegang oleh TVRI.
Kepala Stasiun TVRI Sulawesi Utara, Stella Adriani, menegaskan bahwa seluruh pertandingan dapat dinikmati masyarakat secara gratis melalui saluran TVRI Nasional dan TVRI Sport. Guna mengantisipasi keterbatasan pemancar terestrial di wilayah pelosok (blank spot), TVRI telah menggandeng mitra aplikasi digital seperti Vola Play dan Telkomsel.
"Diharapkan masyarakat di daerah blank spot dapat menonton siaran TVRI dengan menggunakan saluran aplikasi yang menjadi mitra TVRI," ujarnya.
Stella juga mengingatkan bahwa aktivitas nonton bareng (nobar) untuk komersial maupun nonkomersial wajib mendaftarkan diri demi mengantongi lisensi resmi. Langkah penertiban hak kekayaan intelektual ini mendapat dukungan penuh dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara selaku otoritas pengawas penyiaran di daerah.
Ketua KPID Sulawesi Utara, Truly Kerap, meminta seluruh Lembaga Penyiaran Berbayar (LPB) atau TV kabel di daerah untuk menghormati hak prerogatif TVRI. Ia menekankan bahwa pendistribusian siaran oleh TV kabel lokal hanya diberi peluang untuk wilayah yang tidak terjangkau pemancar utama, dengan syarat mutlak harus mengantongi izin resmi.
"Kalau di daerah yang terjangkau oleh siaran TVRI itu tidak diizinkan. Tapi kalau yang blank spot diizinkan, tetapi tetap harus izin dan koordinasi dengan TVRI," kata Truly Kerap.
Sinergi kepatuhan terhadap hak siar juga ditunjukkan oleh sesama Lembaga Penyiaran Publik, RRI Manado. Kepala RRI Manado, Budi Nugroho, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan agenda nonton bareng Piala Dunia 2026 yang akan dilaksanakan sesuai ketentuan dan terdaftar resmi di TVRI.
Selain itu, RRI juga berkomitmen memperluas akses informasi bagi penyandang disabilitas netra melalui siaran radio. Menurut Budi, layanan audio menjadi alternatif bagi mereka yang tidak dapat menyaksikan pertandingan secara visual.
"Kami siarkan melalui radio agar teman-teman disabilitas netra tetap bisa menikmati Piala Dunia melalui pendengaran," ujar Budi Nugroho.
Ia menambahkan, RRI telah berkoordinasi dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) serta sejumlah sekolah luar biasa yang memiliki peserta didik tunanetra di Sulawesi Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....