Rakernas-Munaslub PB PTMSI 2026 Tetapkan Logo Baru, Kejurnas Catat Rekor

  • 25 Sep 2026 06:02 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado — Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Tahun 2026. Agenda strategis tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi tenis meja nasional, mulai dari penetapan logo baru hingga apresiasi atas rekor partisipasi atlet pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026.

Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi Lay, menjelaskan bahwa Munaslub 2026 secara khusus dilaksanakan untuk menetapkan perubahan logo resmi organisasi sebagai bagian dari penyesuaian dan penyegaran identitas PB PTMSI.

Selain perubahan identitas visual, Munaslub juga membahas penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk penambahan pasal mengenai pembentukan Komisi Disiplin (Komdis) guna memperkuat tata kelola dan penegakan disiplin dalam organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Peter memberikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI Jawa Tengah yang berhasil mengirimkan kontingen terbesar pada Kejurnas 2026 dengan total 56 atlet.

“Ini kerja luar biasa dan tidak gampang, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sedang sedikit sulit. Pencapaian ini adalah hasil kerja tim yang luar biasa antara PB dan pengprov. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, semua harus lewat kerja gotong royong,” ujar Peter.

Menurutnya, Kejurnas tahun ini mencatat sejarah sebagai ajang dengan jumlah peserta terbesar yang pernah diselenggarakan PB PTMSI. Ia juga memastikan bahwa pengprov yang belum sempat mengirimkan atlet tetap akan mendapatkan ruang dan kesempatan pada agenda-agenda berikutnya.

KONI Pusat Apresiasi Pembinaan Tenis Meja

Dukungan terhadap langkah PB PTMSI juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Wakil Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat, Irfan Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi atlet yang dinilai menjadi indikator positif perkembangan tenis meja nasional.

Menurut Irfan, rekor jumlah peserta Kejurnas menunjukkan bahwa pembinaan dan pembibitan atlet usia dini yang dilakukan PB PTMSI berjalan dengan baik.

“Ini menunjukkan bahwa tenis meja Indonesia terus bergerak. Pesan Ketua Umum KONI untuk melakukan pembinaan dan pembibitan secara massal telah dijawab dengan baik oleh PB PTMSI. Kami memberikan apresiasi atas pembinaan usia dini yang terus berjalan di tengah berbagai dinamika organisasi,” kata Irfan.

Ia menjelaskan bahwa Kejurnas Senior merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Irfan juga memuji kemampuan PB PTMSI yang berhasil menghadirkan partisipasi 30 Pengprov, melampaui syarat minimal kehadiran organisasi daerah dalam kegiatan nasional.

Lebih lanjut, Irfan menekankan pentingnya pembinaan jangka panjang sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, atlet-atlet muda yang saat ini dibina di berbagai daerah akan menjadi tulang punggung prestasi olahraga Indonesia di masa mendatang.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan sport science dan sports intelligence dalam pembinaan atlet modern, termasuk pemanfaatan analisis data untuk mendukung strategi dan peningkatan performa atlet.

Menutup arahannya, Irfan mengingatkan seluruh pengurus terkait aturan mutasi atlet menjelang PON. Ia menegaskan bahwa proses mutasi harus mengikuti mekanisme resmi yang berlaku agar tidak menimbulkan sengketa maupun persoalan administrasi di kemudian hari.

Rakernas dan Munaslub PB PTMSI 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet, sehingga tenis meja Indonesia semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

(Anugrah Pandey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....