Sejarah Munculnya Nomor Senior Olahraga Bridge
- 08 Mei 2025 19:43 WIB
- Manado
KBRN, Manado : Nomor senior dimulai oleh World Bridge Federation pada tahun 2001 bergabung dalam Kejuaraan Dunia Bermuda Bowl untuk Open Team dan Venice Cup untuk Woman Team. Kemudian pada tahun 2019 di Wuhan China bertambah satu nomor lagi, yaitu Mixed Team.
Nomor senior Bowl memperebutkan Senior Bowl dan pada kejuaraan perdana tahun 2002, Indonesia belum ikut dikarenakan syarat usia ditetapkan 55 tahun keatas. Di tahun 2011 persyaratan berubah menjadi 60 tahun keatas dan kemudian tahun 2018 berubah lagi 61 tahun keatas dan akan naik setiap dua tahun sampai tahun 2026 menjadi 65 tahun keatas saat diselenggarakannya event tersebut.
Bert Toar Polii atlit Bridge Senior Indonesia asal Minahasa Sulawesi Utara mempunyai pengalaman menarik dengan perubahan usia ini. Tahun 2011 ketika bridge pertama kali di ikut sertakan di SEA Games 2011, PB Gabsi menetapkan aturan pemain yang boleh ikut hanya yang berusia dibawah 55 tahun sehingga Polii yang saat itu berusia 58 tahun tidak bisa ikut.
Tapi karena syarat usia senior juga berubah menjadi 60 tahun keatas, Tim Bridge Indonesia tidak bisa berpartisipasi di kedua event ini. Indonesia baru mulai ikut tahun 2003 di Paris setelah meloloskan diri dari seleksi Zone VI APBF yang waktu itu diadakan di Manila.
Tim Bridge Senior Indonesia yang waktu itu diperkuat Henky Lasut/Eddy Manoppo, Harsudi Supandi/Wolter Dirk Karamoy dan Denny Sacul/Arwin Budiraharja berhasil meraih peringkat 5. Tahun 2005 di Estoril Portugal, Tim Senior Bridge Indonesia menunjukan performa terbaik dan meraih medali perak dengan para pemain Amiruddin Jusuf/Arwin Budirahardja, Henky Lasut/Eddy Manoppo dan Munawar Sawiruddin/Denny Sacul.
Prestasi terus berlanjut di tahun 2007 di Sanghai China juga medali perak hanya saja ada dua tambahan pemain Ferdy Waluyan/Anindra Lubis menggantikan Amiruddin Jusuf/Arwin Budirahardja. Tahun 2009 kemudian PB Gabsi menyerahkan sepenuhnya pembinaan timnas senior sekaligus membiayainya pada Michael Bambang Hartono.
Michael Bambang Hartono bersama Arianto Karna Djajanegara kemudian masuk tim menggantikan Ferdy Waluyan dan Anindra Lubis. Tim asuhan M Bambang Hartono meraih medali perunggu tahun 2009 di Sao Paolo Brazil dengan para pemain : Arianto Karna Djajanegara, Michael Bambang Hartono, Henky Lasut, Eddy Manoppo, Denny Sacul, Munawar Sawiruddin, Santje Panelewen (NPC).
Sebelumnya tahun 2008 di Beijing Indonesia berhasil meraih Medali Perunggu di World Bridge Games yang sebelumnya bernama Olimpiade Bridge dengan para pemain Michael Hartono, Henky Lasut, Eddy Manoppo, Denny Sacul, Munawar Sawiruddin, Ferdy Waluyan, Arianto Djadjanegara (NPC), Tanudjan Sugiarto (Coach).
| Baca juga: Alysa Liu Menari di Milan |
Meskipun sejak tahun 2011 belum menghasilkan prestasi di tingkat dunia, namun di Asia, Tim Senior Bridge Indonesia selalu mewakili zone VI untuk mengikuti Kejuaraan Dunia d’Orsi Trophy (nama ini ditetapkan tahun 2005) kecuali tahun 2017 yang gagal di Seoul Korea.
Polii mulai bergabung dan berlatih dengan timnas senior Agustus tahun 2012 dan baru tahun 2013 dirinya boleh ikut kategori senior karena sudah berusia 60 tahun. Pertama kali berpasangan dengan partner lama Alm. Memed Hendrawan dimulai mengikuti APBF Championship di Hongkong tahun 2013.
Tahun 2014, Bert Polii yang berpasangan dengan Tanudjan Sugiarto bersama 2 pasangan senior Indonesia lainnya keluar sebagai juara The 2nd Asia Cup di Wu Yi China. Ini menjadi momen spesial karena untuk pertama kali bisa menaikan bendera merah putih dan mengumandangkan lagu nasional Indonesia Raya saat pengalungan medali.
Tahun 2015 Tim Senior Bridge Indonesia maraih juara Asia Pacific Bridge Federation Championship 2015 di Bangkok serta medali perak nomor pasangan. Sayang di Kejuaraan Dunia di India, Tim Indonesia gagal.
Tahun 2021 Tim Nasional Senior berganti wajah setelah salah satu Master Bridge Dunia asal Sulawesi Utara Henky Lasut meninggal dunia. Tim Bridge Senior Indonesia yang kali ini diperkuat Bambang Hartono/M Apin Nurhalim, Giovani Watulingas/Rustam Effendy dan Tanudjan Sugiarto/Bert Toar Polii walaupun hanya berada diperingkat 4 dalam seleksi zone VI tapi diundang mengikuti d’Orsi Trophy di Salsomaggiore Italia.
Namun karena pertimbangan situasi covid-19 belum jelas waktu itu, Indonesia memilih mengundurkan diri. Selanjutnya karena covid-19 tidak ada kegiatan F2F lagi dan baru akan dimulai di The 4th Asia Cup yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 19-25 Oktober 2022.
Pada tahapan seleksi di Hongkong tahun 2023, Tim Indonesia gagal ikut Kejuaraan Dunia di Maroko namun perjuangan untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga Bridge tidak berakhir karena di Selangor Congress di Kualalumpur berhasil meraih juara pertama.
Tahun ini, Tim Bridge senior Indonesia bermaterikan pemain Bert Toar Polii (PC)/Santje Panelewen, Tanudjan Sugiarto/M Apin Nurhalim dan Santoso Sie/Sugeng Triworo sedang bersiap untuk mengikuti The 54th Asia Pacific Bridge Federation Championship yang akan berlangsung di He Fei, China pada tanggal 16-25 Mei 2025.
Diketahui, 5 pemain andalan timnas senior yang selama ini telah mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan Bridge Dunia telah meninggal yakni Donny Tuerah, Memed Hendrawan, Munawar Sawiruddin, Henky Lasut dan terakhir Denny J Sacul.
Penulis : Bert Toar Polii (Atlit Bridge Senior Indonesia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....