Malam Pesona Kawanua 2026 Angkat Kekayaan Budaya Minahasa ke Panggung Nasional
- 27 Jul 2026 21:07 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Jakarta – Semangat persaudaraan, kecintaan terhadap budaya, dan kebanggaan sebagai bagian dari masyarakat Kawanua akan kembali bergema melalui Malam Pesona Kawanua 2026, sebuah perhelatan budaya yang mempertemukan lintas generasi masyarakat Minahasa dalam satu panggung penuh kehangatan dan apresiasi terhadap warisan budaya Sulawesi Utara.
Acara ini akan digelar pada Minggu, 2 Agustus 2026, di deCONCERT ROOM – DEHENG HOUSE, Jakarta, dengan mengusung tema pelestarian budaya, persaudaraan, serta penguatan identitas budaya Kawanua melalui seni dan hiburan.
Malam Pesona Kawanua 2026 akan menyajikan perpaduan pertunjukan musik, tari tradisional, kolintang, hingga penampilan sejumlah seniman dan tokoh kebanggaan Kawanua yang telah memberikan kontribusi bagi industri hiburan Indonesia. Acara ini dipandu oleh legenda musik Indonesia Ermy Kullit sebagai host, serta dimeriahkan oleh penampilan spesial Tielman Sisters, Eka Deli, dan Dirly.
Nuansa budaya Minahasa akan semakin terasa melalui penampilan Maengket Matuari yang membawakan tarian tradisional dengan kemasan yang elegan dan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai autentiknya.
Dari sisi musikalitas, seluruh aransemen pertunjukan digarap secara khusus oleh Nyong Anggoman bersama Kolintang Pinotoan Bersaudara, menghadirkan harmoni khas kolintang yang dipadukan dengan sentuhan musik modern. Sementara itu, tradisi lisan Makaaruyen akan dihadirkan oleh Donny Sumayouw dan Jane Maringka, sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Kawanua.
Perhelatan budaya ini merupakan hasil kolaborasi berbagai tokoh yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Minahasa. Ermy Kullit bersama Lexi M. Budiman bertindak sebagai inisiator, sementara Amaliah Ananda Abadi, Direktur Utama DEHENG HOUSE, menjadi promotor acara. Posisi Project Director dipercayakan kepada Wita Wibisono, dengan dukungan penyelenggaraan dari Wonderful Wish sebagai event management. Adapun Greety Tielman berperan sebagai Penasehat Bidang Kawanua.
Sejumlah tokoh budaya juga turut memberikan dukungan, di antaranya Elke Ngantung sebagai perwakilan Maengket dan Jane Maringka sebagai perwakilan Makaaruyen.
Kolaborasi Lintas Sektor
Penyelenggaraan Malam Pesona Kawanua 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pelestarian budaya, pengembangan industri kreatif, serta penguatan ekosistem pariwisata nasional.
Dukungan tersebut datang dari PT Pertamina (Persero) sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan kegiatan sosial kemasyarakatan, BOOKCABIN yang mendukung mobilitas para seniman dan komunitas, DEHENG HOUSE sebagai tuan rumah sekaligus promotor utama dengan fasilitas pertunjukan berstandar internasional, serta Digital Media Creative (DMC) sebagai mitra media dan publikasi.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya membutuhkan sinergi antara dunia usaha, industri kreatif, komunitas seni, dan masyarakat.
DEHENG HOUSE: Budaya Harus Menjadi Gerakan Bersama
Direktur Utama DEHENG HOUSE sekaligus Promotor acara, Amaliah Ananda Abadi, mengatakan penyelenggaraan Malam Pesona Kawanua 2026 merupakan bagian dari komitmen DEHENG HOUSE untuk menghadirkan ruang pertunjukan yang tidak hanya menyajikan hiburan berkualitas, tetapi juga menjadi rumah bagi pelestarian budaya Nusantara.
"DEHENG HOUSE dibangun dengan semangat bahwa sebuah ruang pertunjukan harus mampu menjadi rumah bagi kreativitas, seni, budaya, dan kebersamaan. Karena itu, kami merasa terhormat dipercaya menjadi promotor Malam Pesona Kawanua 2026. Ini bukan sekadar sebuah pertunjukan, melainkan sebuah gerakan untuk menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup, relevan, dan dicintai oleh generasi masa kini maupun masa depan."
Ia menambahkan bahwa budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai latar belakang masyarakat sekaligus mendorong perkembangan industri kreatif dan pariwisata Indonesia hingga ke tingkat internasional.
Ermy Kullit: Merawat Identitas Kawanua
Sebagai inisiator, Ermy Kullit menyampaikan bahwa Malam Pesona Kawanua 2026 lahir dari kerinduan untuk menghadirkan ruang berkumpul bagi masyarakat Kawanua.
"Malam Pesona Kawanua 2026 lahir dari kerinduan kami untuk menghadirkan sebuah ruang di mana masyarakat Kawanua dapat kembali berkumpul, saling menguatkan, dan merayakan identitas budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga jati diri yang harus terus hidup di tengah perkembangan zaman."
Menurutnya, acara ini diharapkan menjadi pengingat bahwa di mana pun masyarakat Kawanua berada, semangat persaudaraan, saling menghormati, dan terus berkarya bagi Indonesia harus tetap terjaga.
Senada dengan itu, Lexi M. Budiman menegaskan bahwa Malam Pesona Kawanua 2026 bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan sebuah penghormatan kepada para tokoh, seniman, komunitas, dan seluruh masyarakat Kawanua yang selama ini konsisten menjaga nilai-nilai budaya Minahasa.
"Kami berharap acara ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai akar budayanya, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara budaya daerah dan industri kreatif nasional."
Siapkan Tour Indonesia Timur
Sebagai bagian dari komitmen memperluas dampak pelestarian budaya, penyelenggara juga telah menyiapkan program Tour Indonesia Timur. Program ini akan membawa semangat Malam Pesona Kawanua ke berbagai daerah di Sulawesi dan Maluku melalui pertunjukan seni dan budaya Minahasa.
Melalui program tersebut, penyelenggara berharap semakin banyak masyarakat dapat menikmati secara langsung kekayaan seni, musik, dan tradisi Kawanua, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....