Waspada Musim Kemarau. Sejumlah Wilayah di Sulut Mulai Terjadi Karhutla

  • 19 Jul 2026 22:53 WIB
  •  Manado

RRI.co.id, Manado : Kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Sulawesi Utara mengalami peningkatan sejak memasuki Juli 2026. Puluhan titik kebakaran dilaporkan terjadi di beberapa kabupaten sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Kepala Seksi Wilayah III Manado Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sulawesi, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Toyib H. Hambali Mokoagow, mengatakan Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi salah satu daerah yang beberapa kali mengalami kebakaran hutan dan lahan. Tercatat kebakaran terjadi pada 16 Juli, 18 Juli di sekitar Buntalo, serta kembali terjadi pada 19 Juli di kawasan Inobonto yang disebut merupakan lokasi yang hampir setiap tahun mengalami kejadian serupa.

Selain di Bolaang Mongondow, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara pada 18 Juli di sekitar Desa Tote. Sementara di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, kebakaran ditemukan di kawasan pembukaan kebun baru di belakang Desa Saibuah yang diduga dipicu pembakaran sisa vegetasi setelah penebangan.

Di Kabupaten Minahasa Selatan, peristiwa Karhutla juga tercatat terjadi pada 22 Juni 2026 di wilayah Buyungon. Selain itu, petugas menemukan bekas areal yang terbakar di sekitar Amurang, tepatnya di sisi kiri jalur menuju Kotamobagu.

Mokoagow mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring dampak musim kemarau yang mulai dirasakan di berbagai wilayah Sulawesi Utara. Menurutnya, sebagian besar kejadian kebakaran yang ditemukan di lapangan diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

Ia menilai rendahnya kesadaran sebagian masyarakat masih menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Balai Dalkarhut Wilayah Sulawesi juga meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap setiap kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan, pelaku diharapkan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku sebagai bentuk efek jera.

Saat ini Balai Dalkarhut Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah III Manado terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan upaya pemadaman di lokasi terdampak. Selain itu, personel Kelompok Kerja (Pokja) Bolaang Mongondow Raya yang berada di Markas Bitung juga sedang dimobilisasi guna mempercepat penanganan dan meminimalkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Utara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....